Kue Putu, Jajanan Tadisional yang Penuh Kenangan
- 11 Agt 2026 15:16 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Suara khas dari uap bambu menjadi salah satu hal yang membuat kue putu mudah dikenali. Jajanan tradisional berwarna hijau ini biasanya dijajakan menggunakan gerobak keliling dan memiliki aroma pandan yang khas. Ketika matang, kue putu disajikan dengan taburan kelapa parut dan isian gula merah yang manis. Kue putu dibuat dari bahan sederhana, seperti tepung beras, kelapa parut, gula merah, dan pewarna alami dari daun pandan atau daun suji. Adonan tepung dimasukkan ke dalam cetakan bambu berukuran kecil bersama gula merah di bagian tengah. Cetakan kemudian diletakkan di atas sumber uap hingga kue matang.
Proses memasaknya menggunakan uap menjadi salah satu ciri khas kue putu. Ketika uap mulai keluar dari alat masak, aroma pandan dan gula merah perlahan menyebar. Bagi sebagian masyarakat, suara uap tersebut bahkan menjadi tanda bahwa penjual kue putu sedang melintas di sekitar rumah. Kue putu memiliki sejarah yang cukup panjang dalam perkembangan jajanan tradisional Indonesia. Sejumlah sumber sejarah kuliner menyebut makanan sejenis putu telah dikenal di kawasan Nusantara sejak masa lalu. Namun, asal-usul pastinya masih memiliki sejumlah versi dan berkembang melalui tradisi kuliner masyarakat di berbagai daerah.
Di Pulau Jawa, kue putu dikenal sebagai salah satu jajanan pasar yang mudah ditemukan. Kehadirannya juga tidak lepas dari budaya jajanan tradisional yang berkembang di lingkungan masyarakat. Kue putu biasanya dijual pada sore hingga malam hari sebagai camilan sederhana untuk keluarga. Keunikan kue putu tidak hanya terletak pada bahan dan cara memasaknya. Perpaduan tekstur tepung beras yang lembut, gula merah yang meleleh, serta kelapa parut yang gurih menciptakan rasa yang sederhana tetapi khas. Kombinasi tersebut membuat kue putu tetap memiliki penggemar meski pilihan makanan modern semakin beragam.
Seiring perkembangan zaman, kue putu juga mulai mengalami inovasi. Beberapa pelaku usaha menghadirkan variasi warna, ukuran, dan isian untuk menarik perhatian konsumen. Meski begitu, kue putu dengan pandan, gula merah, dan kelapa parut tetap menjadi versi yang paling dikenal. Keberadaan penjual kue putu keliling juga memiliki nilai nostalgia bagi masyarakat. Suara uap dari gerobak yang terdengar dari kejauhan sering mengingatkan seseorang pada suasana masa kecil dan jajanan yang dahulu mudah ditemukan di lingkungan tempat tinggal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....