Kopi dan Kedai Legendaris yang Jadi Ruang Berkumpul di Batam

  • 11 Agt 2026 11:22 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam-Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan perdagangan, tetapi juga memiliki budaya minum kopi yang telah tumbuh selama puluhan tahun. Di berbagai sudut kota, kedai kopi atau kopitiam menjadi tempat favorit masyarakat untuk memulai hari, berdiskusi, hingga menjalin silaturahmi. Lebih dari sekadar tempat menikmati secangkir kopi, kedai-kedai ini telah menjadi ruang berkumpul yang menyatukan berbagai kalangan. Budaya kopitiam di Batam tidak lepas dari letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia. Kedekatan geografis tersebut membawa pengaruh budaya Melayu dan Tionghoa yang masih terasa hingga kini, termasuk tradisi menikmati kopi tarik, kopi O, teh tarik, dan aneka menu sarapan khas seperti roti kaya, nasi lemak, mie lendir, hingga prata.

Sejumlah kedai kopi legendaris masih bertahan dan menjadi bagian dari perjalanan kuliner Batam. Salah satunya adalah Kedai Kopi Ameng di Belakang Padang yang telah berdiri sejak era 1980-an. Kedai ini dikenal dengan racikan kopi tarik dan teh tariknya yang khas serta menjadi tujuan warga Batam maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana kopitiam tradisional. Popularitasnya bahkan mendorong pembukaan cabang di kawasan Tiban untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Selain itu, ada pula Kedai Kopi Harum Manis di kawasan Lubuk Baja yang telah melayani pelanggan sejak 1985. Bersama Kopi Ameng, kedai ini menjadi saksi perkembangan Batam dari kota yang sedang tumbuh menjadi pusat ekonomi di Kepulauan Riau. Banyak pelanggan yang datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga bertemu rekan kerja, berdiskusi, atau sekadar mengobrol santai sebelum memulai aktivitas.

Nama lain yang juga melekat di ingatan masyarakat adalah Morning Bakery. Meski dikenal sebagai toko roti, tempat ini telah menjadi bagian dari budaya sarapan warga Batam sejak dekade 1980-an. Perpaduan kopi hangat dengan roti srikaya menjadi menu sederhana yang masih digemari hingga kini.

Di tengah menjamurnya coffee shop modern, keberadaan kopitiam tradisional tetap memiliki daya tarik tersendiri. Suasana yang sederhana, racikan kopi yang konsisten, serta hubungan akrab antara pemilik dan pelanggan menjadi alasan mengapa kedai-kedai ini mampu bertahan lintas generasi. Kini, budaya ngopi di Batam terus berkembang. Kehadiran kafe modern melengkapi pilihan masyarakat tanpa menggeser peran kopitiam sebagai ruang interaksi sosial. Bagi sebagian warga, menikmati secangkir kopi di kedai legendaris bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang menjaga tradisi, mengenang perjalanan kota, dan mempererat hubungan antarsesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....