Jejak Sejarah Pempek dari Tepi Sungai Musi
- 07 Agt 2026 09:31 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Pempek menjadi salah satu kuliner Indonesia yang paling dikenal, baik di dalam maupun luar negeri. Cita rasanya yang gurih berpadu dengan kuah cuko yang asam, manis, dan pedas menjadikan makanan khas Palembang ini digemari berbagai kalangan. Di balik kelezatannya, pempek menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di tepian Sungai Musi. Palembang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai kota pelabuhan penting sekaligus pusat perdagangan di Sumatra. Sungai Musi menjadi jalur utama transportasi dan perdagangan yang mempertemukan berbagai budaya, mulai dari pedagang lokal hingga para saudagar dari Tiongkok, India, dan Timur Tengah. Pertemuan budaya tersebut turut memengaruhi perkembangan kuliner di wilayah ini.
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, pempek mulai dikenal pada abad ke-16. Konon, makanan ini pertama kali dibuat oleh seorang pria keturunan Tionghoa yang akrab disapa "Apek". Melihat hasil tangkapan ikan Sungai Musi melimpah namun kurang diminati, ia mencoba mengolah daging ikan yang dihaluskan dengan tepung sagu agar lebih tahan lama dan memiliki cita rasa yang berbeda. Makanan tersebut kemudian dijajakan menggunakan gerobak keliling. Karena pembelinya kerap memanggil sang penjual dengan sebutan "pek" atau "apek", makanan itu lama-kelamaan dikenal sebagai "pempek". Meski populer, kisah ini lebih banyak diwariskan sebagai cerita rakyat dan belum memiliki bukti sejarah yang pasti. Sejarawan kuliner menilai asal-usul pempek kemungkinan merupakan hasil perpaduan budaya lokal dengan teknik pengolahan pangan yang dibawa para perantau Tionghoa. Sementara itu, ikan yang melimpah dari Sungai Musi menjadi bahan utama yang mudah diperoleh masyarakat Palembang sejak dahulu.
Selain adonan ikan dan sagu, keunikan pempek terletak pada kuah cuko. Kuah berwarna gelap ini dibuat dari gula aren, bawang putih, cabai, garam, dan asam, sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis, asam, gurih, dan pedas. Cuko menjadi pelengkap yang membuat pempek memiliki cita rasa khas dan berbeda dari olahan ikan lainnya. Seiring waktu, jenis pempek pun berkembang. Jika dahulu masyarakat lebih mengenal pempek kapal selam, lenjer, adaan, dan kulit, kini muncul berbagai inovasi seperti pempek isi keju, pempek udang, hingga pempek dengan saus modern. Meski demikian, resep tradisional tetap menjadi favorit karena dianggap mempertahankan cita rasa autentik Palembang.
Popularitas pempek terus meningkat seiring berkembangnya industri kuliner Indonesia. Kini, pempek tidak hanya mudah ditemukan di Sumatra Selatan, tetapi juga diproduksi oleh pelaku UMKM di berbagai daerah dan dipasarkan melalui platform digital. Bahkan, produk pempek beku telah dipasarkan ke sejumlah negara untuk memenuhi permintaan masyarakat Indonesia di luar negeri maupun pencinta kuliner Nusantara. Selain menjadi makanan khas, pempek juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah. Industri pempek melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari nelayan, pengolah ikan, produsen tepung, hingga UMKM kuliner. Kehadirannya turut mendukung sektor pariwisata karena menjadi salah satu oleh-oleh yang paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Palembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....