Inovasi Kentang Goreng Sehat, Tetap Renyah dan Lezat
- 10 Apr 2026 22:59 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Siapa yang tidak tergoda dengan aroma dan tekstur renyah kentang goreng? Camilan satu ini memang juara dalam urusan rasa, tapi sayangnya sering jadi "musuh" bagi mereka yang sedang menjaga kesehatan. Kandungan lemak jenuh yang tinggi akibat proses penggorengan seringkali dikaitkan dengan risiko obesitas hingga hipertensi. Namun, berkat riset terbaru, dilema antara memilih rasa enak atau hidup sehat ini mulai menemukan titik terang.
Tim peneliti dari University of Illinois baru saja mempublikasikan temuan menarik di jurnal Current Research in Food Science. Mengutip wired.com, mereka mengembangkan teknik memasak inovatif dengan mengombinasikan metode penggorengan konvensional dan pemanasan menggunakan microwave.
Peneliti utama, Pawan Singh Takhar, menyadari bahwa konsumen sebenarnya sangat ingin beralih ke makanan sehat, namun mereka sulit melepaskan kenikmatan tekstur makanan yang digoreng. Itulah sebabnya, fokus riset ini bukan menghilangkan proses penggorengan sepenuhnya, melainkan memodifikasinya agar minyak tidak banyak terserap.
Kenapa sih minyak bisa masuk begitu banyak ke dalam kentang? Secara ilmiah, saat kentang masuk ke minyak panas, pori-porinya masih penuh dengan air, sehingga minyak terhalang untuk masuk. Seiring suhu meningkat, air dalam kentang menguap keluar. Penguapan ini menciptakan ruang kosong dan memicu "tekanan negatif" yang justru menyedot minyak masuk ke dalam daging kentang.
Di sinilah peran penting microwave. Berbeda dengan kompor biasa yang memanaskan dari luar ke dalam, microwave bekerja dengan menggetarkan molekul air dari dalam ke luar. Getaran ini menghasilkan uap yang sangat kuat, menciptakan "tekanan positif" yang terus-menerus mendorong keluar. Tekanan inilah yang berfungsi sebagai perisai, sehingga minyak tidak punya kesempatan untuk menyelinap masuk ke dalam pori-pori kentang.
Jika hanya menggunakan microwave, kentang memang akan matang tapi teksturnya menjadi lembek dan tidak menarik. Namun, dengan alat khusus yang menggabungkan kedua teknologi ini secara bersamaan, para peneliti berhasil mendapatkan hasil yang sempurna.
Inovasi ini menjadi kabar baik bagi industri kuliner dan masyarakat luas. Dengan teknologi tersebut, peluang menikmati kentang goreng yang lebih rendah lemak namun tetap lezat dan renyah semakin terbuka, sekaligus memberikan alternatif yang lebih ramah bagi kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....