Baby Walker Tidak Direkomendasikan oleh IDAI

  • 16 Agt 2024 16:12 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Baby walker kini tidak direkomendasikan lagi untuk bayi satu hingga dua tahun yang sedang belajar berjalan. Di banyak negara, penggunaan baby walker sudah dilarang karena dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan motorik balita.

Baby walker, alat bantu jalan yang populer di kalangan orang tua, telah terbukti menghambat proses belajar berjalan anak dan menimbulkan risiko keselamatan. Penelitian menunjukkan bahwa baby walker dapat mengganggu perkembangan motorik alami anak. Seorang pemerhati anak melalui akun Twitter/X-nya mengatakan jika di Kanada, penggunaan baby walker bahkan sudah diharamkan sejak tahun 2004. “Sudah banyak artikel atau jurnal yang menginformasikan jika penggunaan baby walker ini membuat balita belajar berjalan dengan cara yang tidak alami, mengabaikan pentingnya mengembangkan otot kaki dan keseimbangan yang kuat,” ungkapnya.

Bayi yang menggunakan baby walker sering kali tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk melatih keterampilan dasar seperti merangkak dan berdiri tanpa dukungan, yang sebenarnya penting untuk perkembangan koordinasi dan kekuatan otot.

Lebih dari itu, baby walker juga dapat menyebabkan risiko keselamatan yang serius. Bayi yang menggunakan baby walker dapat dengan mudah menjangkau barang-barang berbahaya yang biasanya tidak bisa dijangkau jika mereka merangkak atau berdiri tanpa alat tersebut. Kasus kecelakaan, seperti terjatuh dari tangga atau terbentur benda tajam juga menjadi perhatian utama bagi banyak profesional kesehatan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga sudah tidak merekomendasikan penggunaan baby walker karena ketika balita berada di baby walker dapat menghadapi resiko luka kepala/otak, patah tulang, luka bakar. Luka tersebut bisa terjadi sewaktu baby walker jatuh dari tangga, baby walker terjungkil pada permukaan yang tidak rata, balita dapat menjangkau alat penghangat, minuman panas, setrika, dan sebagainya.

Alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan alat berlatih jalan lainnya seperti push walker atau aktivitas yang mendorong bayi untuk merangkak dan berdiri sendiri lebih dianjurkan. Sebagai orang tua, penting untuk memahami bahwa proses perkembangan motorik anak memerlukan waktu dan latihan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....