Amankah Cokelat untuk Pengidap Refluks Asam Lambung (GERD)?

  • 15 Mei 2024 10:24 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Penyakit refluks asam lambung (GERD) bersifat kambuhan sehingga pengidapnya perlu menghindari beberapa jenis makanan tertentu. Salah satu pantangan GERD yang cukup sering diperdebatkan adalah cokelat. Nah, cari tahu apakah konsumsi cokelat aman untuk pengidap masalah asam lambung. Ketika GERD kambuh, Anda akan merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn), batuk kronis, radang tenggorokan, dan mual.Kondisi tersebut bisa mengganggu kehidupan sehari-hari, bahkan membuat pengidapnya susah tidur di malam hari.

GERD bisa diatasi dengan minum obat, salah satunya antasida. Perawatan GERD juga perlu diimbangi dengan makan dalam porsi kecil tapi sering dan menghindari makanan yang bisa memicu naiknya asam lambung.

Makan cokelat menjadi salah satu hal yang sering dipertanyakan keamanannya jika dikonsumsi untuk orang yang sering bermasalah dengan asam lambung. Untuk mengetahui jawabannya, Lauren Gerson seorang dokter spesialis gastroenterologi yang bekerja di California Pacific Medical Center (CPMC) melakukan pengamatan mengenai hal ini.

Berdasarkan hasil studinya, Dokter Gerson berpendapat jika boleh tidaknya makan cokelat bergantung dengan bagaimana respons tubuh pasien GERD itu sendiri. Maksudnya, jika seorang pasien GERD mengalami keluhan gejala setelah mengonsumsi cokelat, sebaiknya makanan ini dihindari.Namun sebaliknya, jika pasien dengan masalah asam lambung tidak mengalami gejala setelah mengonsumsi cokelat, tidak seharusnya makanan ini dihindari.

Alasan coklat tidak baik untuk penyakit GERD :

Di sisi lain, cokelat bisa jadi pemicu munculnya gejala GERD. Jika gejala kambuh setelah makan cokelat, kemungkinan besar ini disebabkan oleh beberapa hal berikut.

1. Coklat menyebabkan otot sfingter esigafud melemas

Dalam keadaan normal, cairan asam lambung dicegah agar tidak mengalami kebocoran sampai ke kerongkongan oleh sekelompok otot yang dikenal sebagai sfingter esofagus. Otot sfingter ini berfungsi seperti katup antirefluks yang menutup rapat agar isi perut tetap menempel pada tempatnya. Bila otot sfingter melemah atau tidak berfungsi dengan baik, cairan asam lambung akan terdorong ke kerongkongan. Hal ini menyebabkan sensasi heartbun atau perih di kerongkongan, dada, dan lambung.Nah, coklat diyakini dapat memicu kenaikan asam lambung karena menyebabkan otot sfingter melemas sehingga asam lambung pun naik.

2. Lemak yang terkandung dalam coklat juga bisa menyebabkan refluks

Cokelat pada dasarnya mengandung lemak dalam jumlah yang berbeda-beda, tergantung pada jenisnya. Kandungan lemak ini bisa memperlambat pengosongan perut yang bisa menyebabkan isi lambung kembali ke kerongkongan. Di samping itu, mencerna makanan yang mengandung lemak tinggi juga bisa menyebabkan perut menghasilkan lebih banyak asam. Pada akhirnya, peningkatan kadar asam bisa menyebabkan asam lambung naik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....