Batuk 100 Hari! Bisa Jadi Gejalan TBC
- 19 Apr 2024 11:27 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Gejala Tuberkolosis (TBC) masih sering diabaikan oleh sebagian masyarakat. Banyak diantara kita masih menganggap remeh batuk dan tidak segera memeriksakan diri ketika batuk tidak sembuh-sembuh disertai dengan berat badan menurun drastis.
Dilansir dari ayosehat.kemenkes.go.id, di Indonesia kasus TBC masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan. Berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia yang memiliki estimasi kasus TBC baru sebanyak 1.060.000 kasus dengan kematian mencapai 134.000 per tahun, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Salah seorang pasien yang telah sembuh dari TBC, DF mengatakan bahwa awal terjangkit TBC karena teman kerja ada yang batuk tanpa henti.
“Awalnya saya mengira bukan TBC hanya batuk 100 hari atau batuk biasa tapi lama kelamaan berat badan saya turun dan nafsu makan berkurang,” ujarnya.
TBC merupakan penyakit kronis yang dapat menular dari satu orang ke orang di sekitarnya, disebabkan oleh bakteri/kuman Mycobacterium Tuberculosis. Penularan TBC terjadi sangat mudah melalui udara, dapat berasal dari percikan droplet saat berbicara, batuk atau bersin. TBC utamanya menyerang organ paru, namun ternyata TBC juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti selaput otak, kulit, tulang, kelenjar getah bening, dan lainnya ketika bakteri TBC keluar dari paru-paru melalui aliran darah. Kondisi ini disebut TBC Ekstra Paru.
“Menurut saya TBC bukanlah penyakit genetik/keturunan, bukan pula penyakit kutukan atau guna-guna. Segera berobat dan teratur minum obat yang diberikan, Insya Allah sembuh,” tambahnya.
Daya tahan tubuh yang menurun menjadi salah satu faktor seseorang dapat terinfeksi TBC kemudian menyebabkan munculnya gejala TBC.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....