Barang Lama Sulit Dibuang, Ini Penjelasan dari Sisi Psikologi

  • 07 Okt 2026 11:10 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Ada satu kalimat yang sering membuat sebuah barang tidak kunjung dibuang: “Siapa tahu nanti berguna.” Kardus bekas, kabel yang sudah tidak jelas pasangannya, botol kosong, kantong belanja, sampai wadah makanan sering disimpan karena dianggap mungkin masih akan dibutuhkan suatu hari nanti. Padahal, tidak jarang barang tersebut akhirnya hanya berpindah dari satu sudut rumah ke sudut lainnya.

Secara psikologis, kebiasaan ini salah satunya berkaitan dengan rasa takut menyesal. Kita membayangkan kemungkinan suatu hari membutuhkan barang yang sudah dibuang, sehingga memilih menyimpannya terasa lebih aman. Dalam psikologi, kecenderungan ini berkaitan dengan anticipated regret, yaitu keinginan menghindari penyesalan yang mungkin muncul akibat keputusan di masa depan.

Ada pula konsep endowment effect, ketika seseorang cenderung memberikan nilai lebih tinggi pada barang karena barang tersebut sudah menjadi miliknya. Benda yang awalnya terlihat biasa saja bisa terasa sayang untuk dibuang setelah menjadi bagian dari kehidupan kita. Hal ini juga berkaitan dengan loss aversion, yaitu kecenderungan manusia merasakan kehilangan lebih kuat daripada mendapatkan sesuatu dengan nilai yang sebanding. Akibatnya, membuang barang terasa seperti kehilangan sebuah kemungkinan, meskipun belum tentu barang tersebut benar-benar akan digunakan.

Alasan lainnya adalah nilai sentimental. Tiket konser, hadiah, pakaian lama, foto, atau benda kecil dari seseorang bisa disimpan bukan karena masih berguna secara fungsi, tetapi karena mengingatkan kita pada pengalaman tertentu. Dalam kondisi seperti ini, yang sebenarnya dipertahankan bukan sekadar bendanya, melainkan kenangan yang melekat pada benda tersebut.

Menyimpan barang tidak selalu berarti kebiasaan yang buruk. Ada benda yang memang masih berguna, punya nilai emosional, atau sulit digantikan. Namun, sesekali kita juga perlu bertanya apakah barang tersebut benar-benar masih dibutuhkan atau hanya dipertahankan karena takut menyesal. Karena kalau semua disimpan dengan alasan “siapa tahu nanti berguna”, bisa-bisa yang memenuhi rumah bukan lagi barang penting, melainkan kumpulan kemungkinan yang tidak pernah terjadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....