Risiko Terlalu Banyak Makan dan Minum Manis bagi Kesehatan

  • 30 Sep 2026 21:48 WIB
  •  Batam


RRI.CO.ID, Batam - Makanan dan minuman manis menjadi bagian yang cukup akrab dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari teh manis, minuman kemasan, kue, permen hingga berbagai makanan pencuci mulut, semuanya mudah ditemukan dan sering menjadi pilihan untuk menemani aktivitas.

Menikmati makanan atau minuman manis sesekali tentu bukan persoalan. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan, asupan gula dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan.

1. Berat badan dapat meningkat

Makanan dan minuman tinggi gula umumnya mengandung kalori yang cukup tinggi. Jika asupan energi lebih banyak daripada yang digunakan tubuh, kelebihan energi tersebut dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan.

Minuman manis juga perlu diperhatikan karena sering kali tidak membuat kenyang seperti makanan padat, sehingga seseorang dapat tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak setelahnya.

2. Meningkatkan risiko masalah gigi

Gula yang tersisa di mulut dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri. Proses tersebut dapat menghasilkan asam yang merusak permukaan gigi.

Konsumsi makanan dan minuman manis yang terlalu sering, terutama jika tidak diimbangi dengan kebersihan gigi yang baik, dapat meningkatkan risiko gigi berlubang.

3. Dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Pola konsumsi tinggi gula, terutama jika berkontribusi terhadap kelebihan berat badan, dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

Karena itu, membatasi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi menjadi salah satu bagian dari pola makan yang lebih sehat.

4. Berpengaruh terhadap kesehatan jantung

Konsumsi gula tambahan dalam jumlah tinggi secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan yang kurang sehat dan berkaitan dengan sejumlah faktor risiko penyakit jantung.

Mengurangi minuman manis dan lebih sering memilih air putih dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi asupan gula sehari-hari.

5. Membuat pola makan kurang seimbang

Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis juga dapat membuat seseorang lebih sering memilih makanan tinggi gula dibandingkan makanan yang memiliki kandungan gizi lebih beragam.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan berbagai zat gizi dari buah, sayuran, sumber protein, biji-bijian dan makanan lainnya.

Tidak harus menghindari gula sepenuhnya

Menjaga konsumsi gula bukan berarti harus menghilangkan semua makanan manis dari menu sehari-hari. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah dan frekuensinya.

Kebiasaan sederhana seperti mengurangi gula tambahan pada minuman, membatasi minuman manis kemasan, membaca informasi kandungan gula pada label makanan serta lebih sering memilih air putih dapat membantu mengendalikan asupan gula.

Dengan pola makan yang beragam dan seimbang, makanan manis tetap dapat dinikmati secara bijak tanpa menjadikannya bagian terbesar dari pola makan sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....