Masker Bisa Melindungi dari polusi udara
- 29 Sep 2026 02:40 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Ketika udara sedang dipenuhi asap atau polusi, salah satu cara yang paling sering dilakukan adalah memakai masker. Tapi pertanyaannya, apakah semua masker benar-benar bisa melindungi kita dari polusi? Jawabannya, tergantung jenis maskernya. Karena tidak semua masker memiliki kemampuan yang sama dalam menyaring partikel pencemar di udara.
Salah satu polutan yang perlu diperhatikan adalah PM2.5. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga bisa masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Karena ukurannya kecil, perlindungan terhadap PM2.5 membutuhkan masker yang memang dirancang untuk menyaring partikel berukuran kecil.
Masker respirator seperti N95 dapat membantu mengurangi paparan partikel di udara apabila digunakan dengan benar dan memiliki ukuran yang sesuai dengan wajah. Masker jenis ini dirancang untuk menyaring setidaknya sekitar 95 persen partikel uji berukuran sangat kecil dalam kondisi pengujian tertentu. Jenis respirator lain dengan tingkat filtrasi yang sebanding juga dapat memberikan perlindungan terhadap partikel.
Nah, berbeda dengan masker kain atau masker bedah yang umumnya lebih longgar. Masker tersebut memang dapat membantu mengurangi paparan terhadap sebagian droplet atau partikel, tetapi tingkat perlindungannya terhadap partikel halus seperti PM2.5 tidak sama dengan respirator yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi dan menempel lebih rapat di wajah.
Selain jenis masker, cara pemakaiannya juga penting. Respirator yang bagus tetapi dipakai longgar atau terdapat celah besar di bagian hidung dan pipi tetap bisa membuat udara tercemar masuk dari sisi masker. Jadi, pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan baik serta tidak terlalu banyak celah di sekitar wajah.
Tapi ada satu hal penting yang perlu dipahami. Masker respirator bukan berarti membuat kita kebal dari semua polusi. Masker jenis ini terutama membantu menyaring partikel, bukan seluruh jenis polutan. Beberapa polutan berbentuk gas tidak dapat disaring hanya dengan respirator partikulat biasa.
Karena itu, ketika kualitas udara sedang buruk, penggunaan masker sebaiknya tidak menjadi satu-satunya perlindungan. Kalau memungkinkan, kurangi waktu berada di luar ruangan, hindari aktivitas fisik berat di area yang udaranya tercemar, dan pilih waktu atau lokasi dengan kualitas udara yang lebih baik.
Untuk kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, perhatian terhadap kualitas udara juga perlu lebih besar. Jika muncul keluhan seperti sesak napas, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang berat, jangan hanya mengandalkan masker dan sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Jadi, kalau ditanya apakah masker bisa melindungi dari polusi asap, jawabannya bisa membantu, tetapi tidak semua masker memberikan perlindungan yang sama. Jenis masker, kemampuan filtrasi, dan cara pemakaiannya semuanya berpengaruh. Dan yang paling penting, ketika kualitas udara benar-benar buruk, langkah terbaik bukan sekadar memakai masker, tetapi juga mengurangi paparan sejak awal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....