Sudah Cukup Istirahat tapi Masih Lelah, Jangan Abaikan Sinyal Tubuh

  • 17 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tidur cukup sering dianggap sebagai kunci untuk mengembalikan energi setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Namun, ada kalanya seseorang sudah tidur selama beberapa jam yang dianggap cukup, tetapi ketika bangun tubuh tetap terasa lelah, mengantuk, atau kurang bersemangat. Kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang membutuhkan waktu tidur yang lebih lama. Rasa lelah yang tetap muncul setelah tidur cukup dapat berkaitan dengan kualitas tidur, pola hidup, stres, konsumsi obat tertentu, maupun kondisi kesehatan tertentu. Salah satu kemungkinan adalah kualitas tidur yang kurang baik. Seseorang mungkin berada di tempat tidur selama tujuh hingga sembilan jam, tetapi tidurnya sering terbangun atau tidak mencapai fase tidur yang cukup restoratif.

Gangguan tidur tertentu juga dapat membuat seseorang tidak menyadari bahwa kualitas tidurnya terganggu. Salah satunya adalah sleep apnea, yaitu kondisi ketika pernapasan berhenti dan kembali berjalan berulang kali selama tidur. Orang dengan kondisi ini dapat mengalami dengkuran keras, terbangun dengan mulut kering atau sakit kepala pada pagi hari, serta tetap merasa sangat lelah pada siang hari meskipun sudah tidur semalaman. Selain gangguan tidur, stres dan kondisi emosional juga dapat berpengaruh terhadap rasa lelah. Tekanan pekerjaan, masalah pribadi, kecemasan, atau suasana hati yang sedang menurun dapat membuat tubuh terasa kehabisan energi. Stres yang berlangsung lama juga dapat memengaruhi pola tidur dan membuat seseorang bangun dalam kondisi kurang segar.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan yang kurang seimbang dan kurangnya aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap rasa lelah. Sebaliknya, aktivitas fisik secara teratur menjadi salah satu bagian dari kebiasaan hidup yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kualitas tidur. Rasa lelah yang menetap juga terkadang berkaitan dengan kondisi medis. Anemia, misalnya, dapat menyebabkan tubuh kekurangan kemampuan membawa oksigen secara optimal sehingga seseorang dapat merasa lemas dan mudah lelah. Kondisi lain seperti gangguan tiroid, diabetes, penyakit kronis tertentu, maupun beberapa jenis infeksi juga dapat menimbulkan keluhan kelelahan. Karena itu, penting untuk tidak langsung menganggap rasa lelah sebagai akibat kurang tidur. Perhatikan pula gejala lain yang menyertainya. Misalnya, rasa lelah yang disertai sesak napas atau jantung berdebar dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Begitu pula jika seseorang sering mendengkur keras, terbangun karena seperti kehabisan napas, atau sangat mengantuk pada siang hari.

Untuk membantu menjaga kualitas tidur, seseorang dapat mencoba mempertahankan jadwal tidur dan bangun yang konsisten, menciptakan kamar tidur yang nyaman, membatasi penggunaan layar sebelum tidur, serta memperhatikan konsumsi kafein dan alkohol. Pola makan bergizi dan aktivitas fisik teratur juga dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan. Jika rasa lelah terus berlangsung selama beberapa minggu, tidak membaik meski sudah memperbaiki pola tidur dan gaya hidup, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan dapat membantu mencari penyebab yang mendasari, termasuk kemungkinan gangguan tidur atau kondisi medis tertentu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....