Bukan Sekadar Bikin Bugar, Olahraga Bantu Redakan Stres dan Rasa Sedih

  • 16 Sep 2026 11:38 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Rasa sedih, stres, dan pikiran yang terasa penuh dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari tekanan pekerjaan, masalah keluarga, tuntutan aktivitas sehari-hari, hingga kurangnya waktu untuk beristirahat. Ketika kondisi tersebut datang, sebagian orang memilih mengalihkan perhatian dengan beristirahat atau melakukan aktivitas yang menyenangkan. Selain itu, olahraga juga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga suasana hati dan kesehatan mental. Aktivitas fisik tidak hanya memberikan manfaat bagi tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kondisi psikologis. Sebuah tinjauan terhadap 97 systematic review yang mencakup lebih dari 128 ribu peserta menemukan bahwa aktivitas fisik berkaitan dengan perbaikan gejala depresi, kecemasan, dan tekanan psikologis pada orang dewasa.

Ketika seseorang berolahraga, tubuh melakukan aktivitas yang membuat perhatian untuk sementara beralih dari berbagai pikiran dan tekanan yang sedang dihadapi. Waktu yang digunakan untuk berjalan kaki, bersepeda, berenang, senam, atau melakukan latihan kekuatan dapat menjadi kesempatan untuk memberi jeda dari rutinitas. Olahraga juga dapat dilakukan tanpa harus selalu menggunakan fasilitas khusus. Berjalan kaki selama beberapa waktu, melakukan peregangan, menaiki tangga, atau mengikuti latihan ringan di rumah dapat menjadi pilihan bagi mereka yang belum terbiasa berolahraga. Penelitian terbaru yang diterbitkan pada 2026 juga menemukan bahwa berbagai bentuk olahraga dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Dalam tinjauan besar yang mencakup 63 studi, 81 meta-analisis, lebih dari seribu studi komponen, dan sekitar 79.500 peserta, aktivitas olahraga menunjukkan manfaat terhadap gejala depresi dan kecemasan.

Meski demikian, manfaat olahraga tidak berarti seseorang harus melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Jenis dan intensitas aktivitas dapat disesuaikan dengan kemampuan, kondisi tubuh, serta kebiasaan masing-masing. Bagi yang baru mulai berolahraga, aktivitas ringan seperti berjalan kaki dapat menjadi langkah awal. Durasi dan intensitas kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan. Yang tidak kalah penting adalah menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas, bukan sekadar dilakukan ketika sedang merasa tertekan. Selain membantu mengalihkan perhatian, aktivitas fisik juga dapat memberikan kesempatan untuk beraktivitas di luar ruangan, bertemu orang lain, atau melakukan kegiatan bersama teman dan keluarga. Faktor-faktor tersebut dapat memberikan pengalaman positif yang mendukung kesejahteraan psikologis.

Namun, olahraga bukan pengganti penanganan profesional untuk masalah kesehatan mental. Jika rasa sedih, stres, atau kecemasan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, tidur, dan aktivitas sehari-hari, penting untuk mencari bantuan dari tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental. Dengan demikian, olahraga dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Tidak harus langsung dengan latihan berat, memulai dari aktivitas yang ringan dan dilakukan secara rutin pun dapat menjadi langkah untuk lebih aktif sekaligus memberikan ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat dari tekanan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....