Berikut 5 Buah dan Sayur Tinggi Mikroplastik

  • 15 Sep 2026 09:05 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Buah dan sayuran dikenal sebagai bagian penting dari pola makan sehat karena kaya akan vitamin, mineral dan serat. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tanaman pangan juga dapat terpapar mikroplastik yang berasal dari tanah, air irigasi maupun lingkungan.

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang kini ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk pada sejumlah bahan pangan. Meski demikian, penelitian mengenai jumlah mikroplastik dalam buah dan sayuran masih terbatas sehingga hasil antarpenelitian dapat berbeda.

Dilansir dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research pada 2020, mikroplastik dan nanoplastik ditemukan pada jaringan yang dapat dimakan dari beberapa jenis buah dan sayuran. Penelitian tersebut menguji apel, pir, brokoli, selada dan wortel.

Berikut daftar berdasarkan rata-rata konsentrasi partikel yang dilaporkan dalam penelitian tersebut:

1. Apel

Apel menjadi buah dengan rata-rata konsentrasi mikro dan nanoplastik tertinggi dalam penelitian tersebut, yakni sekitar 195.500 partikel per gram.

Penelitian mencatat ukuran partikel yang ditemukan berada pada kisaran mikrometer. Apel juga menjadi jenis buah yang memiliki tingkat kontaminasi tertinggi dibandingkan buah lain yang diuji dalam penelitian tersebut.

2. Pir

Pir berada di posisi berikutnya dengan rata-rata sekitar 189.550 partikel per gram.

Konsentrasinya relatif tinggi dibandingkan sayuran yang menjadi sampel penelitian. Namun, angka tersebut merupakan hasil dari sampel dan metode penelitian tertentu sehingga tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh buah pir yang beredar di pasaran.

3. Brokoli

Pada kelompok sayuran, brokoli tercatat memiliki rata-rata sekitar 126.150 partikel per gram dalam penelitian tersebut.

Mikroplastik dapat masuk ke tanaman melalui lingkungan pertumbuhan, termasuk tanah dan air. Sejumlah penelitian terbaru juga terus mempelajari bagaimana partikel plastik dapat berpindah dari lingkungan menuju jaringan tanaman.

4. Wortel

Wortel memiliki rata-rata sekitar 101.950 partikel per gram dalam penelitian yang sama.

Menariknya, penelitian tersebut menemukan bahwa wortel merupakan sayuran dengan tingkat kontaminasi tertinggi di antara tiga jenis sayuran yang dibandingkan, yaitu wortel, brokoli dan selada.

5. Selada

Selada mencatat rata-rata sekitar 50.550 partikel per gram, lebih rendah dibandingkan apel, pir, brokoli dan wortel dalam penelitian tersebut.

Meski berada di posisi terendah dalam daftar ini, keberadaan mikroplastik tetap menjadi perhatian karena penelitian mengenai paparan mikroplastik pada makanan masih terus berkembang.

Hasil Penelitian Bisa Berbeda

Penting untuk tidak menganggap daftar tersebut sebagai urutan mutlak semua buah dan sayuran di dunia. Penelitian lain menunjukkan hasil yang berbeda.

Misalnya, penelitian yang dilakukan di Turki terhadap apel, pir, tomat, bawang, kentang dan mentimun menemukan konsentrasi yang jauh lebih rendah dibandingkan penelitian sebelumnya. Dalam penelitian tersebut, tomat dan mentimun memiliki rata-rata sekitar 3,6 partikel per gram, sedangkan kentang sekitar 1,5 partikel per gram.

Perbedaan yang sangat besar tersebut menunjukkan bahwa hasil pengukuran mikroplastik dapat dipengaruhi oleh lokasi pengambilan sampel, kondisi lingkungan, jenis tanaman serta metode analisis yang digunakan.

Haruskah Berhenti Makan Buah dan Sayur?

Tidak. Buah dan sayuran tetap merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Hingga kini, penelitian mengenai dampak mikroplastik yang ditemukan dalam makanan terhadap kesehatan manusia masih terus berkembang dan tingkat risikonya belum sepenuhnya diketahui.

Untuk mengurangi kontaminasi yang berada di permukaan, buah dan sayuran dapat dicuci dengan air mengalir sebelum dikonsumsi. Kebiasaan menjaga kebersihan bahan pangan juga tetap penting untuk mengurangi berbagai kontaminan lain yang mungkin menempel pada permukaan makanan.

Dengan demikian, temuan mikroplastik pada buah dan sayuran sebaiknya menjadi pengingat mengenai pentingnya mengurangi penggunaan dan pencemaran plastik di lingkungan, bukan alasan untuk menghindari konsumsi buah dan sayuran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....