5 Masker Pilihan Hadapi Polusi Udara Batam

  • 06 Sep 2026 22:58 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Aktivitas masyarakat di luar ruangan membuat perlindungan terhadap saluran pernapasan menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika kualitas udara menurun. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi paparan partikel polusi yang terhirup saat beraktivitas.

Di Kota Batam, kualitas udara juga pernah berada pada kategori tidak sehat. Berdasarkan informasi Pemerintah Kota Batam melalui pemantauan Dinas Lingkungan Hidup, kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Dilansir dari keterangan Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau, dr. Indra Yovi, masker N95 menjadi pilihan yang paling direkomendasikan untuk melindungi diri dari paparan partikel halus seperti PM2.5. Namun, masker bedah masih dapat digunakan apabila N95 sulit diperoleh.

Berikut lima jenis masker yang dapat menjadi pilihan saat beraktivitas di luar ruangan:

1. Masker N95

N95 merupakan salah satu pilihan utama ketika menghadapi polusi udara karena dirancang untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil. Masker ini juga memiliki kemampuan menempel lebih rapat pada wajah sehingga dapat mengurangi udara yang masuk melalui celah.

Masker N95 sangat sesuai digunakan ketika kondisi udara memburuk atau terdapat paparan asap dan partikel halus.

2. Masker KN95

KN95 memiliki prinsip perlindungan yang serupa dengan respirator partikulat dan dirancang untuk menyaring partikel berukuran kecil. Masker ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan lebih baik dibandingkan masker kain atau masker bedah.

Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas produk dan ukuran masker harus sesuai dengan wajah agar tidak banyak terdapat celah.

3. Masker KF94

KF94 merupakan masker standar Korea yang dirancang memberikan filtrasi tinggi terhadap partikel sekaligus memiliki desain yang relatif nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Masker ini dapat menjadi pilihan untuk aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara masih perlu diwaspadai, dengan catatan masker terpasang rapat dan produk memiliki standar yang jelas.

4. Masker Bedah

Masker bedah lebih mudah ditemukan dan dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Namun, masker jenis ini tidak memberikan perlindungan terhadap partikel halus sebaik respirator seperti N95 karena desainnya tidak menutup wajah serapat respirator.

Dokter paru juga menyebut masker bedah dapat menjadi pilihan minimal apabila N95 sulit didapatkan.

5. Masker Kain

Masker kain dapat digunakan dalam situasi tertentu, tetapi bukan pilihan utama untuk menghadapi polusi udara atau asap yang mengandung partikel sangat kecil.

Kemampuan penyaringannya sangat bergantung pada bahan, jumlah lapisan, serta desain masker. Karena itu, ketika kualitas udara memburuk, masyarakat sebaiknya memilih respirator yang memiliki standar filtrasi lebih tinggi.

Selain memilih masker, cara pemakaian juga sangat menentukan efektivitas perlindungan. Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu serta dipastikan tidak memiliki celah besar di bagian samping.

Masyarakat juga dianjurkan memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Jika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi. BMKG dalam panduan kualitas PM2.5 juga merekomendasikan penggunaan masker N95 ketika konsentrasi PM2.5 berada pada kategori sangat tidak sehat.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit paru dan jantung perlu mendapatkan perhatian lebih. Ketika kualitas udara memburuk, kelompok tersebut sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Dengan memilih masker yang sesuai dan menggunakannya secara benar, masyarakat dapat mengurangi paparan partikel polusi ketika harus tetap beraktivitas di luar rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....