Terlalu Lama Menatap Layar, Apa Risikonya?

  • 14 Agt 2026 06:24 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Ponsel, laptop, tablet, dan televisi kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, banyak kegiatan dilakukan melalui layar. Namun, terlalu lama menatap layar tanpa jeda dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, terutama mata dan kualitas istirahat. Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah mata lelah atau digital eye strain. Kondisi ini dapat ditandai dengan mata kering, perih, terasa berat, penglihatan kabur sementara, hingga sakit kepala. Keluhan tersebut dapat muncul karena mata terus bekerja dalam jarak dekat dan seseorang cenderung lebih jarang berkedip saat berkonsentrasi melihat layar.

American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan mata. Meski demikian, menatap layar tidak terbukti menyebabkan kerusakan mata permanen pada orang dewasa. Keluhan umumnya berkaitan dengan penggunaan yang terlalu lama tanpa memberikan kesempatan bagi mata untuk beristirahat. Jarak dan posisi layar juga perlu diperhatikan. Layar yang terlalu dekat dengan mata, pencahayaan ruangan yang kurang sesuai, serta pantulan cahaya dapat membuat mata bekerja lebih keras. Karena itu, posisi perangkat sebaiknya diatur agar nyaman dan tidak membuat seseorang harus terus-menerus menundukkan kepala.

Dampak lainnya berkaitan dengan tidur. Penggunaan ponsel atau perangkat digital menjelang waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit beristirahat. Paparan cahaya dari layar, terutama pada malam hari, dapat memengaruhi ritme sirkadian dan produksi melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan perangkat elektronik dan gangguan tidur. Penggunaan perangkat terutama menjelang waktu tidur dapat berkaitan dengan waktu tidur yang lebih larut dan kualitas tidur yang kurang baik.

Selain mata dan tidur, terlalu banyak waktu di depan layar juga dapat membuat seseorang lebih sedikit bergerak. Kondisi ini terutama terjadi ketika penggunaan layar berlangsung selama berjam-jam dalam posisi duduk. Karena itu, masalahnya bukan hanya pada layar, tetapi juga pada gaya hidup kurang aktif yang dapat menyertainya. Mengurangi dampak tersebut tidak berarti harus berhenti menggunakan perangkat digital. Salah satu cara sederhana adalah menerapkan aturan 20-20-20 saat menggunakan layar. Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama sekitar 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter.

Pengguna juga dapat mengambil jeda untuk berdiri, berjalan, melakukan peregangan, dan mengistirahatkan mata. Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur juga dapat membantu tubuh bersiap memasuki waktu istirahat. Teknologi memang sulit dipisahkan dari kehidupan modern. Namun, penggunaan layar yang lebih bijak, disertai istirahat dan aktivitas fisik yang cukup, dapat membantu menjaga kesehatan mata dan tubuh di tengah rutinitas digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....