Sering Ngemil? Pilih Camilan untuk Pola Hidup Sehat

  • 14 Agt 2026 06:23 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Ngemil sering menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Di sela pekerjaan, belajar, menonton film, atau bersantai, camilan menjadi pilihan praktis untuk mengganjal rasa lapar. Namun, kebiasaan ngemil perlu diperhatikan karena jenis, jumlah, dan waktu mengonsumsi camilan dapat memengaruhi kesehatan tubuh. Pada dasarnya, ngemil tidak selalu buruk. Camilan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi di antara waktu makan utama. Pilihan camilan yang mengandung protein, serat, vitamin, dan mineral bahkan dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Masalah dapat muncul ketika seseorang terlalu sering ngemil atau memilih makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Camilan seperti keripik, kue manis, permen, serta minuman berpemanis dapat memberikan asupan kalori cukup tinggi tanpa memberikan banyak zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa makanan ultra-proses yang umumnya tinggi gula, garam, lemak, dan kalori perlu dibatasi dalam pola makan sehari-hari. Konsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, meskipun pengaruhnya juga dipengaruhi keseluruhan pola makan dan gaya hidup seseorang.

Kebiasaan ngemil sambil melakukan aktivitas lain juga dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah makanan yang dikonsumsi. Ketika makan sambil menonton televisi atau menggunakan ponsel, perhatian dapat lebih terfokus pada aktivitas tersebut sehingga seseorang berpotensi mengonsumsi camilan lebih banyak. Karena itu, pemilihan camilan menjadi hal penting. Buah, kacang-kacangan tanpa tambahan gula atau garam berlebihan, yoghurt, telur, serta makanan berbahan biji-bijian dapat menjadi pilihan yang lebih bernutrisi dibandingkan camilan tinggi gula dan garam.

Porsi juga perlu diperhatikan. Camilan sebaiknya tidak menggantikan makanan utama secara terus-menerus. Tubuh tetap membutuhkan makanan dengan komposisi gizi yang beragam untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, mineral, dan serat. Waktu ngemil juga dapat disesuaikan dengan rasa lapar dan aktivitas. Tidak semua rasa ingin makan berarti tubuh benar-benar membutuhkan makanan. Terkadang keinginan ngemil muncul karena bosan, stres, kebiasaan, atau sekadar melihat makanan yang menarik.

Membiasakan diri mengenali rasa lapar dan kenyang dapat membantu mengatur pola ngemil. Minum air yang cukup, menyediakan camilan bernutrisi, serta menghindari menyimpan terlalu banyak makanan tinggi gula dan garam di sekitar tempat beraktivitas juga dapat membantu. Ngemil pada akhirnya bukan kebiasaan yang harus dihindari sepenuhnya. Yang lebih penting adalah memperhatikan pilihan makanan, porsi, frekuensi, serta pola makan secara keseluruhan. Dengan memilih camilan yang lebih bernutrisi dan mengonsumsinya secara bijak, kebiasaan ngemil tetap dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat tanpa mengabaikan kebutuhan gizi tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....