Tumbuh Gigi Bikin Balita Susah Makan, Begini Kiatnya
- 11 Agt 2026 08:22 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam –Masa tumbuh gigi kerap membuat balita menjadi lebih rewel dan kurang tertarik makan. Gusi yang terasa nyeri atau sensitif dapat membuat anak enggan mengunyah, meskipun kondisi ini umumnya bersifat sementara. Tumbuh gigi juga dapat disertai peningkatan air liur, keinginan menggigit, dan rasa tidak nyaman pada gusi.
Untuk menjaga asupan makanan, orang tua dapat memberikan makanan bertekstur lembut dan mudah dikunyah, seperti bubur, sup, telur, tahu, ikan yang lembut, yoghurt tanpa gula, serta buah yang matang dan lunak. Makanan dapat disajikan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, sehingga anak tidak merasa terbebani ketika makan.
Suhu makanan juga dapat disesuaikan dengan kenyamanan anak. Makanan atau buah yang sejuk dapat membantu menenangkan gusi yang terasa tidak nyaman. Untuk anak yang sudah mendapatkan makanan pendamping, buah lunak seperti melon dapat menjadi pilihan, tetapi tetap harus diberikan dengan pengawasan untuk mencegah tersedak.
Yang tidak kalah penting, jangan memaksa anak menghabiskan makanan. Ketika nafsu makan menurun, orang tua dapat tetap menawarkan makanan bergizi dalam jumlah kecil dan memberikan kesempatan anak menentukan seberapa banyak yang ingin dimakan. Anak memang dapat mengalami hari ketika makan lebih sedikit, sehingga penilaian asupan sebaiknya tidak hanya berdasarkan satu kali makan atau satu hari.
Agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi, makanan sebaiknya tetap bervariasi dan mencakup sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, serta produk susu atau alternatifnya sesuai usia anak. Hindari terlalu banyak memberikan makanan atau minuman manis sebagai pengganti makanan utama karena dapat mengurangi selera makan sekaligus meningkatkan risiko kerusakan gigi.
Jika anak mengalami penurunan nafsu makan yang berlangsung lama, sulit minum, tampak sangat lemas, mengalami demam tinggi, atau terdapat keluhan lain yang mengkhawatirkan, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Kuncinya bukan memaksa balita makan lebih banyak, melainkan membuat proses makan lebih nyaman sambil memastikan asupan cairan dan makanan bergizi tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....