Makan Kiwi sebelum Tidur, Benarkah Bisa Membantu Tidur Lebih Nyenyak?

  • 11 Agt 2026 11:38 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Kiwi menjadi salah satu buah yang menarik untuk dikonsumsi menjelang waktu tidur. Buah berwarna hijau ini mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang baik untuk tubuh. Beberapa penelitian juga menemukan adanya kaitan antara konsumsi kiwi dan kualitas tidur yang lebih baik. Karena itu, kiwi sering disebut sebagai salah satu buah yang cocok dinikmati sebelum tidur.

Mengonsumsi kiwi sekitar satu jam sebelum tidur dapat menjadi pilihan camilan ringan. Kandungan serotonin dan antioksidan dalam kiwi diduga berperan dalam mendukung proses tidur. Seratnya juga dapat membuat perut terasa lebih kenyang tanpa memberikan beban makanan yang terlalu berat. Meski begitu, efek kiwi terhadap tidur dapat berbeda pada setiap orang.

Sejumlah penelitian kecil menunjukkan bahwa konsumsi kiwi secara rutin dapat membantu meningkatkan durasi dan efisiensi tidur pada sebagian orang. Meski demikian, hasil penelitian tersebut masih terbatas sehingga belum bisa dijadikan jaminan bahwa kiwi pasti membuat semua orang tidur lebih nyenyak. Respons tubuh setiap orang terhadap makanan juga bisa berbeda. Jadi, kiwi lebih tepat disebut sebagai salah satu pilihan yang berpotensi mendukung tidur.

Agar tidur lebih berkualitas, konsumsi kiwi sebaiknya dibarengi dengan kebiasaan tidur yang baik. Hindari kafein menjelang malam, kurangi penggunaan gawai sebelum tidur, dan usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur. Suasana kamar yang nyaman dan tenang juga dapat membantu tubuh lebih mudah beristirahat. Pola hidup secara keseluruhan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas tidur.

Jadi, menikmati kiwi sekitar satu jam sebelum tidur boleh saja dicoba sebagai bagian dari rutinitas malam. Rasanya yang segar dan kandungan nutrisinya membuat buah ini menjadi camilan yang cukup menarik. Namun, jangan menganggap kiwi sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi masalah tidur. Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus, sebaiknya cari tahu penyebabnya dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....