Konsumsi Ikan Laut Bantu Cegah Stunting Anak Sehat

  • 06 Agt 2026 15:14 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Ikan laut merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Kandungan protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3, vitamin D, yodium, zat besi, selenium, serta berbagai mineral esensial menjadikan ikan sebagai salah satu makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama. Dampaknya tidak hanya menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan usianya, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas ketika dewasa. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang menjadi langkah penting dalam mencegah stunting.

Mengonsumsi ikan laut secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan protein yang dibutuhkan tubuh untuk membangun jaringan, otot, dan organ. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3, terutama DHA (Docosahexaenoic Acid) dan EPA (Eicosapentaenoic Acid), berperan dalam pembentukan serta perkembangan sel-sel otak dan sistem saraf anak. Nutrisi ini juga berkontribusi terhadap kemampuan berpikir, daya ingat, dan konsentrasi.

Selain baik untuk perkembangan otak, ikan laut juga mengandung vitamin D yang membantu penyerapan kalsium sehingga mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Kandungan yodium berperan dalam menjaga fungsi hormon tiroid yang penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan intelektual anak. Sementara itu, zat besi membantu mencegah anemia yang dapat menghambat proses belajar dan tumbuh kembang.

Meski demikian, konsumsi ikan saja tidak cukup untuk mencegah stunting. Pencegahan stunting harus dilakukan melalui pola makan bergizi seimbang yang mencakup karbohidrat, sayur, buah, susu atau sumber kalsium lainnya, serta protein hewani dan nabati. Kebersihan lingkungan, sanitasi yang baik, imunisasi lengkap, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, dan pemantauan pertumbuhan anak secara berkala juga menjadi faktor penting.

Kementerian Kesehatan RI dan berbagai organisasi kesehatan internasional menganjurkan agar masyarakat membiasakan konsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehat. Bagi anak-anak, ikan dapat disajikan dalam berbagai olahan seperti sup, pepes, nugget ikan, bakso ikan, hingga abon ikan agar lebih menarik dan mudah dikonsumsi.

Dengan kandungan gizi yang lengkap, ikan laut menjadi salah satu pangan strategis untuk mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Konsumsi ikan secara rutin, disertai pola hidup sehat dan asupan gizi yang seimbang, merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....