SKM dan Krimer Kental Manis Berbeda meski Tampak Mirip

  • 30 Jul 2026 09:44 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam –Sekilas, Susu Kental Manis (SKM) dan Krimer Kental Manis (KKM) tampak serupa. Keduanya memiliki tekstur kental, rasa manis, serta sering digunakan sebagai pelengkap berbagai makanan dan minuman. Namun, di balik kemiripan tersebut, kedua produk memiliki perbedaan mendasar, baik dari sisi komposisi bahan baku, kandungan gizi, maupun peruntukannya.

Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 13 Tahun 2023, SKM dan KKM sama-sama termasuk dalam kelompok "susu kental dan analognya". Meski demikian, SKM dikategorikan sebagai produk susu, sedangkan KKM merupakan produk analog susu.

Produk analog merupakan pangan yang dirancang menyerupai produk asli dari segi bentuk, tekstur, rasa, atau fungsi, tetapi sebagian atau seluruh bahan bakunya diganti dengan bahan lain. Tujuannya dapat berupa penyesuaian karakteristik produk, efisiensi produksi, maupun fungsi tertentu.

Perbedaan paling mendasar antara SKM dan KKM terletak pada bahan baku penyusunnya. SKM dibuat dari susu atau susu rekonstitusi yang dicampur gula, kemudian sebagian airnya dihilangkan hingga mencapai tingkat kekentalan tertentu. Sementara itu, KKM diproduksi menggunakan susu atau susu bubuk yang dikombinasikan dengan gula serta lemak atau minyak nabati sebagai pengganti sebagian komponen lemak susu.

Perbedaan tersebut juga tercermin pada persyaratan mutu yang ditetapkan BPOM. SKM diwajibkan memiliki kadar protein minimal 6,5 persen dan kadar lemak susu minimal 8 persen. Sebaliknya, KKM memiliki persyaratan protein yang lebih rendah, yaitu minimal 1 persen, dengan kadar lemak total minimal 8 persen. Walaupun komposisinya berbeda, kedua produk dapat menghadirkan sensasi rasa yang hampir sama. Hal itu diperoleh melalui kombinasi formulasi bahan, proses homogenisasi yang menghasilkan tekstur lembut, penggunaan protein untuk membentuk body produk, serta penambahan gula yang memberikan rasa manis sekaligus meningkatkan kekentalan.

Dalam proses produksinya, SKM maupun KKM melalui tahapan yang relatif serupa, mulai dari standardisasi bahan, perlakuan panas, evaporasi, pendinginan, kristalisasi hingga pengemasan. Perbedaan utamanya tetap berada pada jenis bahan baku, terutama sumber lemak yang digunakan. Pada SKM berasal dari lemak susu, sedangkan KKM memanfaatkan lemak atau minyak nabati.

Kandungan gula pada kedua produk juga menjadi perhatian penting. Dalam industri pangan dikenal istilah Sucrose Water Ratio (SWR), yakni rasio sukrosa terhadap air yang ideal berada pada kisaran 62,5–64 persen. Rasio tersebut diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara keamanan mikrobiologis dan kualitas tekstur produk. SWR yang terlalu rendah dapat meningkatkan risiko pertumbuhan mikroorganisme, sedangkan SWR yang terlalu tinggi berpotensi menyebabkan kristalisasi gula sehingga tekstur menjadi kasar.

Dari sisi kandungan gizi, SKM maupun KKM tidak dapat disamakan dengan susu cair, seperti susu UHT full cream. Dalam satu takaran saji sekitar 30 gram, kandungan protein SKM sekitar 2 gram dan KKM sekitar 1 gram. Sebagai perbandingan, susu UHT full cream dengan takaran 225 mililiter mengandung sekitar 7 gram protein. Sebaliknya, kadar gula pada SKM dan KKM jauh lebih tinggi dibandingkan susu cair.

Karena itu, SKM maupun KKM tidak dirancang sebagai pengganti susu, terutama untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Kedua produk lebih tepat digunakan sebagai pelengkap atau penambah cita rasa pada kopi, teh, roti, makanan penutup, maupun bahan baku pembuatan kue.

Konsumsi SKM dan KKM tetap perlu dilakukan secara bijak sebagai bagian dari pola makan seimbang. Meskipun memberikan rasa manis dan tekstur yang khas, kandungan gula yang relatif tinggi membuat kedua produk sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan maupun dijadikan minuman utama sehari-hari, terutama bagi anak-anak.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Memahami perbedaan antara Susu Kental Manis dan Krimer Kental Manis diharapkan dapat membantu masyarakat memilih produk sesuai kebutuhan serta menggunakannya secara tepat berdasarkan fungsi dan kandungan gizinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....