Gula Aren Bukan Alasan Bebas Minum Manis Setiap Hari

  • 01 Jul 2026 08:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam –Minuman berbahan gula aren semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kopi susu gula aren hingga berbagai minuman kekinian, gula aren kerap dipilih karena dianggap lebih alami dan lebih sehat dibandingkan gula pasir. Namun, benarkah anggapan tersebut?

Kementerian Kesehatan melalui web AyoSehat menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada jenis gulanya, melainkan pada jumlah gula yang dikonsumsi. Baik gula aren maupun gula pasir tetap mengandung kalori yang dapat meningkatkan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Secara alami, gula aren memang mengandung sejumlah kecil mineral seperti kalium, magnesium, dan zat besi. Namun, kandungan tersebut relatif sedikit sehingga tidak cukup untuk menjadikan gula aren sebagai sumber nutrisi utama atau alasan mengonsumsinya tanpa batas. Nilai gizinya tetap tidak mampu menghilangkan risiko dari konsumsi gula yang berlebihan.

Yang perlu diwaspadai adalah tingginya kandungan kalori dalam minuman manis berbasis gula aren. Minuman seperti kopi susu gula aren umumnya tidak hanya menggunakan gula aren, tetapi juga ditambah sirup, krimer, susu tinggi lemak, atau pemanis lainnya. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan total kalori secara signifikan sehingga berpotensi menjadi "bom kalori" apabila sering dikonsumsi.

Konsumsi minuman tinggi gula secara terus-menerus dapat menyebabkan kelebihan asupan energi. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko kenaikan berat badan, obesitas, diabetes melitus tipe 2, hingga penyakit jantung. Risiko tersebut muncul bukan karena gula aren semata, melainkan akibat pola konsumsi gula yang berlebihan.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa tidak semua produk berlabel "gula aren" menggunakan gula aren murni. Sebagian produk mengandung tambahan gula atau bahan lain yang membuat kadar gula dan kalorinya semakin tinggi. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh klaim pemasaran yang menyebut suatu minuman lebih sehat hanya karena menggunakan gula aren.

Bagi masyarakat yang ingin tetap menikmati minuman gula aren, langkah bijak yang dapat dilakukan adalah memilih ukuran porsi yang lebih kecil, meminta pengurangan kadar gula, menghindari tambahan sirup maupun krimer berlebih, serta tidak menjadikannya sebagai minuman harian. Membaca informasi nilai gizi pada produk kemasan juga menjadi cara sederhana untuk mengetahui jumlah gula dan kalori yang dikonsumsi.

Pada akhirnya, minuman gula aren tidak dapat langsung dikategorikan berbahaya. Selama dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, minuman tersebut masih dapat dinikmati. Yang terpenting bukan memilih jenis gula, melainkan mengendalikan total asupan gula harian agar kesehatan tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....