Pendampingan Remaja Autisme Membutuhkan Kolaborasi Orang Tua, Guru, dan Terapis

  • 29 Jun 2026 10:00 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pendampingan terhadap remaja dengan autisme dinilai akan lebih efektif apabila dilakukan melalui kerja sama yang baik antara orang tua, guru, terapis, dan lingkungan sekitar. Setiap pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam membantu perkembangan remaja selama menjalani masa transisi.

Psikolog Klinis Dewasa RS Awal Bros dan Alfa Hepi Consultant Batam, Wenny Nur Annisa, mengatakan perkembangan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Konsistensi pendampingan di rumah maupun di sekolah menjadi kunci agar kemampuan yang dipelajari anak dapat berkembang secara berkelanjutan.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara keluarga dan tenaga pendamping sangat diperlukan, terutama dalam mengevaluasi perkembangan serta menyamakan harapan terhadap target yang ingin dicapai.

"Kadang ada orang tua yang mengatakan sudah tiga bulan kok belum ada perkembangan. Nah, kita perlu mengevaluasi bersama. Apa yang dilakukan di rumah bisa jadi berbeda dengan yang dilakukan saat terapi, sehingga perlu diharmonisasikan lagi," ujarnya.

Wenny menjelaskan evaluasi bersama membantu orang tua memahami bahwa setiap perkembangan memerlukan proses dan latihan yang konsisten. Dengan demikian, ekspektasi dapat disesuaikan dengan kemampuan serta kondisi masing-masing remaja.

Ia juga menilai pendidikan inklusif yang kini mulai berkembang menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi tersebut. Sekolah, menurutnya, tidak hanya menyediakan layanan pendidikan, tetapi juga membangun lingkungan yang mendukung proses adaptasi sosial remaja dengan autisme.

Selain itu, guru dan terapis diharapkan terus menjalin komunikasi dengan keluarga mengenai perkembangan anak, tantangan yang dihadapi, hingga strategi yang dapat diterapkan secara bersama-sama di rumah maupun di sekolah.

"Beberapa sekolah yang kami dampingi sudah mulai mempersiapkan pendidikan inklusi. Ini menjadi perhatian yang luar biasa dan mudah-mudahan terus menuju ke arah yang lebih baik," kata Wenny.

Ia berharap sinergi seluruh pihak dapat membantu remaja dengan autisme mengembangkan keterampilan sosial, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi sehingga lebih siap memasuki kehidupan dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....