Waspadai Silent Killer dalam Tubuh

  • 16 Jun 2026 01:53 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Banyak penyakit berbahaya berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Kondisi inilah yang membuat sejumlah penyakit dijuluki sebagai silent killer atau "pembunuh senyap" karena sering baru diketahui saat sudah memasuki tahap yang lebih serius.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, World Health Organization, dan berbagai referensi kesehatan, masyarakat perlu mengenali beberapa penyakit silent killer beserta tanda-tanda awal yang mungkin muncul pada tubuh.

Salah satu penyakit yang paling dikenal adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala, namun beberapa penderita dapat mengalami sakit kepala, pusing, pandangan kabur, atau mudah lelah.

Penyakit berikutnya adalah diabetes mellitus. Pada tahap awal, gejalanya dapat berupa sering haus, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, serta luka yang sulit sembuh.

Selain itu, penyakit ginjal kronis juga termasuk silent killer. Tanda-tandanya antara lain pembengkakan pada kaki, mudah lelah, mual, dan perubahan frekuensi buang air kecil.

Kolesterol tinggi juga sering tidak menunjukkan gejala khusus. Namun, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke jika tidak terdeteksi sejak dini.

Sementara itu, penyakit jantung koroner terkadang baru diketahui setelah muncul nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, atau cepat lelah saat beraktivitas.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan seseorang mengalami penyakit tertentu. Namun, jika muncul secara berulang atau berlangsung dalam waktu lama, pemeriksaan kesehatan sangat dianjurkan.

Pemeriksaan rutin seperti cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan fungsi ginjal menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit silent killer sejak dini.

Dengan mengenali tanda-tanda awal dan menerapkan pola hidup sehat, masyarakat dapat mengurangi risiko komplikasi serta meningkatkan peluang penanganan yang lebih efektif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....