Skizofrenia Bukan Kepribadian Ganda, Kenali Gejalanya sejak Dini

  • 09 Jun 2026 12:17 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam –Skizofrenia merupakan salah satu gangguan kesehatan mental serius yang hingga kini masih sering disalah pahami oleh masyarakat. Tidak sedikit orang yang menganggap skizofrenia sebagai kepribadian ganda atau gangguan akibat lemahnya keimanan. Padahal, skizofrenia adalah gangguan mental kompleks yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku.

Dilansir dari alodokter kemenkes.ri bahwa kesehatan jiwa, skizofrenia dapat menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan membedakan antara kenyataan dan hal yang tidak nyata. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, pendidikan, hingga pekerjaan apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang memengaruhi fungsi otak. Penderita dapat mengalami gangguan persepsi, pikiran, emosi, dan perilaku. Meski tergolong penyakit jangka panjang, skizofrenia dapat dikendalikan melalui pengobatan dan dukungan psikososial yang berkelanjutan.

Gangguan ini umumnya mulai muncul pada akhir masa remaja hingga awal usia dewasa, meskipun dalam beberapa kasus dapat terjadi lebih awal atau lebih lambat.

Gejala positif, yaitu munculnya pengalaman yang sebenarnya tidak ada, seperti Halusinasi, terutama mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain, delusi atau keyakinan yang tidak sesuai dengan kenyataan, pola pikir dan pembicaraan yang tidak teratur.

Gejala negatif, yaitu berkurangnya kemampuan normal seseorang, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan motivasi, berkurangnya ekspresi emosi, kesulitan menikmati aktivitas yang sebelumnya disukai.

Selain itu, penderita juga dapat mengalami gangguan konsentrasi, kesulitan mengambil keputusan, dan penurunan kemampuan mengingat.

Hingga saat ini, penyebab pasti skizofrenia belum diketahui secara pasti. Namun para peneliti meyakini bahwa gangguan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, ketidakseimbangan zat kimia di otak, kondisi biologis, serta faktor lingkungan.

Riwayat keluarga dengan gangguan serupa dapat meningkatkan risiko, meskipun tidak semua orang dengan faktor keturunan akan mengalami skizofrenia.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan skizofrenia adalah keterlambatan diagnosis. Banyak keluarga baru mencari bantuan setelah gejala menjadi berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Padahal, semakin cepat penderita mendapatkan pengobatan dan pendampingan, semakin besar peluang untuk mengendalikan gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Terapi biasanya meliputi penggunaan obat antipsikotik, konseling psikologis, rehabilitasi sosial, serta dukungan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....