Benarkah Pisang Picu Kenaikan Gula Darah Tubuh?
- 03 Jun 2026 09:27 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam –Pisang merupakan salah satu buah yang paling populer di Indonesia. Rasanya manis, mudah ditemukan, dan kaya nutrisi. Namun, di tengah meningkatnya kasus diabetes dan kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: benarkah pisang dapat menyebabkan gula darah naik?
Secara umum, pisang memang mengandung karbohidrat dan gula alami seperti fruktosa, glukosa, serta sukrosa. Ketika dikonsumsi, kandungan tersebut akan diubah menjadi energi dan dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, kenaikan gula darah akibat konsumsi pisang tidak serta-merta berbahaya, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Dokter Ahli gizi, dr Tika menjelaskan bahwa tingkat kematangan pisang berpengaruh terhadap respons gula darah. Pisang yang sudah sangat matang cenderung memiliki kandungan gula sederhana lebih tinggi dibandingkan pisang yang masih agak mengkal. Sebaliknya, pisang yang belum terlalu matang mengandung lebih banyak pati resisten yang dicerna lebih lambat sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.
Selain itu, pisang juga mengandung serat yang cukup tinggi. Serat membantu memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah sehingga tubuh dapat mengelola kadar glukosa dengan lebih baik. Karena itu, konsumsi pisang utuh umumnya lebih baik dibandingkan produk olahan pisang yang telah ditambahkan gula atau pemanis lainnya.
Bagi penderita diabetes, pisang sebenarnya masih dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat. Yang perlu diperhatikan adalah porsi dan frekuensi konsumsi. Mengonsumsi satu buah pisang ukuran sedang biasanya masih tergolong aman bagi sebagian besar penderita diabetes, terutama jika dikombinasikan dengan sumber protein atau lemak sehat seperti kacang-kacangan, yoghurt tanpa gula, atau susu rendah lemak.
Jenis pisang juga memiliki pengaruh terhadap indeks glikemik. Beberapa jenis pisang memiliki indeks glikemik sedang, sehingga kenaikan gula darah yang ditimbulkan relatif lebih terkendali dibandingkan makanan manis olahan seperti kue, permen, atau minuman berpemanis.
Selain mengandung karbohidrat, pisang kaya akan kalium, vitamin B6, vitamin C, magnesium, serta berbagai antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Kandungan tersebut membantu menjaga fungsi otot, kesehatan jantung, serta mendukung sistem kekebalan tubuh.
Meski demikian, konsumsi pisang secara berlebihan tetap tidak dianjurkan. Sama seperti sumber karbohidrat lainnya, asupan yang terlalu banyak dapat meningkatkan total kalori dan kadar gula darah. Oleh karena itu, keseimbangan dan variasi makanan tetap menjadi prinsip utama dalam pola makan sehat.
Dengan demikian, anggapan bahwa pisang selalu menyebabkan gula darah melonjak tidak sepenuhnya benar. Pisang dapat meningkatkan gula darah karena mengandung karbohidrat alami, tetapi efeknya umumnya masih terkendali jika dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai. Kunci utamanya adalah memperhatikan porsi, tingkat kematangan buah, serta menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....