Kaya Khasiat namun Ada Efek Sampingnya, Kenali Musim Buah Kelengkeng

  • 31 Mei 2026 13:25 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Buah kelengkeng atau lengkeng menjadi salah satu buah tropis yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis dan segar. Namun, di balik kelezatannya, masyarakat diimbau untuk memahami waktu panen, khasiat kesehatan, serta efek samping jika mengonsumsinya secara berlebihan.

Para ahli pertanian menjelaskan bahwa pohon kelengkeng di Indonesia biasanya mengalami musim panen raya dua kali dalam setahun. Musim kelengkeng umumnya jatuh pada bulan Januari hingga Februari, serta musim kedua pada bulan Agustus hingga September. Di luar bulan-bulan tersebut, pasokan buah kelengkeng di pasar tradisional maupun swalayan biasanya menurun dan harganya menjadi lebih mahal.
Pakar nutrisi mengungkapkan bahwa buah kelengkeng memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh karena kaya akan vitamin C dan antioksidan. Mengonsumsi kelengkeng secara cukup dapat meningkatkan daya tahan tubuh, meredakan stres, membantu tidur lebih nyenyak, dan menjaga kesehatan kulit.

Meski kaya manfaat, dokter mengingatkan adanya efek samping jika buah ini dikonsumsi terlalu banyak dalam satu waktu. Kandungan gula yang sangat tinggi pada kelengkeng dapat memicu lonjakan kadar gula darah, sehingga berbahaya bagi penderita diabetes. Selain itu, sifat buahnya yang hangat bisa menyebabkan perut kembung, sariawan, hingga risiko kenaikan berat badan. Oleh karena itu, cara terbaik menikmati kelengkeng adalah dengan membatasi porsinya sekitar 5 sampai 10 butir saja per hari agar tubuh tetap sehat dan aman.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....