Kesehatan Gigi Anak Tak Boleh Diabaikan, Kebiasaan Kecil Ini Bisa Cegah Karies

  • 29 Mei 2026 22:46 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam -Masa transisi atau fase gigi bercampur pada anak usia 6 hingga 12 tahun menjadi periode yang paling rentan terhadap risiko gigi berlubang. Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi Puskesmas Tanjung Buntung, drg. Rachel Florida, yang kerap menemukan karies pada gigi geraham tetap pertama anak akibat sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan sempurna.

Menurut drg. Rachel kepada RRI Batam, rongga mulut bukan sekadar pintu masuk nutrisi, melainkan bisa menjadi pintu masuk kuman penyakit jika kebersihannya diabaikan. Ketika anak mengalami sakit gigi parah hingga memicu demam, kualitas tidur malam dan nafsu makan mereka otomatis akan menurun drastis, yang dalam jangka panjang berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak.

Untuk memutus rantai masalah ini, peran aktif orang tua di rumah adalah kunci utama. Drg. Rachel membagikan panduan praktis dan koreksi medis yang sering keliru diterapkan di masyarakat:

  • Disiplin Dua Kali Sehari: Menanamkan komitmen menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan waktu yang tepat, yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Menyikat gigi sebelum tidur memastikan tidak ada sisa makanan yang "dibawa tidur" dan membusuk semalaman.
  • Wajib Pasta Gigi Berfluoride: Zat fluoride berfungsi sebagai tameng yang memperkuat enamel gigi anak agar tidak mudah terkikis oleh asam hasil pembusukan makanan.
  • Pilih Bulu Sikat yang Lembut (Soft): Banyak orang tua membelikan sikat gigi berbulu keras dengan asumsi dapat membersihkan lebih cepat. Ini adalah kekeliruan besar. Bulu sikat yang keras justru dapat melukai gusi.
  • Hindari Menyikat Terlalu Keras: Plak atau sisa makanan pada dasarnya bertekstur lunak, sehingga tidak perlu disikat dengan tekanan kuat. Menyikat gigi terlalu keras dalam waktu lama justru akan mengikis leher gigi , kondisi yang memicu karies leher gigi, serta menyebabkan penurunan gusi (resesi gusi).

“Warga Kota Batam untuk tidak menunggu anak mengeluh sakit baru datang ke fasilitas kesehatan. Pencegahan jauh lebih murah dan tidak menyakitkan ketimbang pengobatan”, ungkapnya.

Pemerintah Kota Batam sendiri telah memfasilitasi masyarakat dengan layanan pemeriksaan kesehatan gigi rutin gratis di Puskesmas setempat secara berkala setiap 6 bulan sekali. Warga cukup datang dan menunjukkan KTP Batam sebagai syarat administrasi dasar. Dengan pemantauan berkala, potensi gigi berlubang pada anak dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi infeksi yang mengancam tumbuh kembang mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....