Malaysia Perketat Pengawasan Hantavirus di Pelabuhan
- 10 Mei 2026 20:41 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Malaysia meningkatkan langkah skrining kesehatan di seluruh pintu masuk internasional, khususnya sektor maritim, untuk mencegah masuknya hantavirus ke wilayah negara tersebut. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan pengawasan perbatasan dan kesiapsiagaan kesehatan nasional.
Hingga 10 Mei, pemerintah melaporkan tidak ada kasus hantavirus yang terdeteksi di Malaysia maupun yang melibatkan warga negara Malaysia. Sementara itu, enam kasus yang dikonfirmasi melalui laboratorium dan sempat menjadi perhatian publik diketahui terjadi di luar negeri. Pemerintah menegaskan pentingnya kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Pengawasan ketat diterapkan pada kapal dan kapal laut yang memasuki perairan Malaysia, terutama yang berasal dari wilayah berisiko tinggi. Pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan terhadap seluruh kapal sebagai bagian dari standar kesehatan internasional guna memastikan kepatuhan terhadap protokol sanitasi dan keselamatan.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 22.367 kapal dan perahu telah diperiksa di seluruh titik masuk Malaysia hingga awal Mei. Dari jumlah tersebut, 2.421 sertifikat free pratique dan 1.146 sertifikat sanitasi kapal telah diterbitkan sebagai bukti pemenuhan persyaratan kesehatan dan kebersihan internasional.
Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan empat strategi yang diterapkan pemerintah, meliputi pengawasan global dan pertukaran informasi, pengendalian perbatasan yang ketat, pemantauan maritim terarah, serta pemberdayaan masyarakat. Strategi tersebut bertujuan memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi ancaman kesehatan.
Dari sisi kesiapan medis, sistem layanan kesehatan Malaysia dinyatakan siap mendeteksi dan menangani kasus hantavirus. Institut Penyelidikan Perubatan (Institute for Medical Research) memiliki kemampuan diagnostik menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini penting karena hantavirus dapat menyebabkan sindrom pernapasan akut yang mirip dengan SARS, serta pada kasus berat dapat memicu komplikasi ginjal atau haemorrhagic fever with renal syndrome.
Hantavirus merupakan virus yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebar ke manusia melalui udara yang terkontaminasi urine, kotoran, atau air liur tikus. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi populasi tikus serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan. Saat ini, tingkat kesiapsiagaan sektor kesehatan berada pada status tinggi sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan publik dan pencegahan penyakit lintas batas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....