Comfort Food Benarkah Redakan Stres?
- 07 Mei 2026 18:56 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Comfort food kerap dianggap sebagai “penyelamat” suasana hati ketika seseorang sedang merasa stres atau lelah. Makanan favorit memang sering memberi rasa nyaman dan membuat mood membaik dalam waktu singkat. Namun, para ahli mengingatkan bahwa efek tersebut belum tentu menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi stres.
Penelitian dari Garvan Institute of Medical Research yang dipublikasikan melalui Medical News Today meneliti bagaimana otak merespons makanan favorit saat seseorang berada dalam kondisi tertekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara stres dan konsumsi makanan lezat dapat memengaruhi aktivitas otak, khususnya pada area bernama lateral habenula.
Menariknya, bagian otak tersebut tidak memberikan respons tertentu ketika tubuh menerima makanan tinggi lemak, padahal jenis makanan seperti ini sering diasosiasikan dengan comfort food. Meski dapat memberikan rasa nyaman sementara, konsumsi makanan berlebihan tetap memiliki risiko bagi kesehatan.
Peneliti Chi Kin Ip menjelaskan bahwa pola makan memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tubuh dan mental seseorang. Ia mengingatkan bahwa kebiasaan makan berlebih dapat memicu kenaikan berat badan hingga obesitas, yang justru bisa meningkatkan stres secara biologis.
Selain makanan, para ahli juga menyoroti kebiasaan menjadikan alkohol sebagai pelarian saat menghadapi tekanan emosional. Lesley Rennis dari Columbia University mengingatkan bahwa konsumsi alkohol berlebihan dapat memberikan dampak negatif yang serupa dengan pola makan tidak sehat.
Sebagai alternatif yang lebih baik, para ahli menyarankan memilih makanan sehat seperti buah-buahan segar untuk membantu menjaga suasana hati. Selain lebih menyehatkan, pilihan ini dinilai lebih aman untuk membantu tubuh menghadapi stres tanpa menimbulkan risiko kesehatan berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....