Perbedaan Penggunaan Dot pada Bayi dan Balita
- 06 Mei 2026 09:00 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Penggunaan dot atau alat bantu minum susu pada anak sering dianggap sama antara bayi dan balita. Padahal, terdapat sejumlah perbedaan mendasar dalam fungsi, bentuk, hingga kebutuhan penggunaannya sesuai tahapan usia dan perkembangan anak.
Pada bayi, dot umumnya digunakan sebagai bagian dari proses pemberian ASI perah atau susu formula. Bentuk dot dirancang menyerupai puting ibu agar bayi lebih mudah mengisap. Selain itu, aliran susu pada dot bayi biasanya lebih kecil dan lembut untuk menyesuaikan kemampuan menelan bayi yang masih terbatas.
Sementara pada balita, penggunaan dot cenderung mulai dikurangi. Hal ini karena anak usia balita sudah memasuki fase belajar minum menggunakan gelas atau sedotan. Jika penggunaan dot berlangsung terlalu lama, dikhawatirkan dapat memengaruhi pertumbuhan gigi, struktur rahang, hingga kemampuan bicara anak.
Perbedaan lain terlihat dari ukuran dan desainnya. Dot bayi memiliki ukuran lebih kecil dengan material yang sangat lunak demi menjaga keamanan rongga mulut bayi. Sedangkan dot untuk balita biasanya lebih besar dan memiliki aliran cairan lebih cepat karena kemampuan minum anak sudah berkembang.
Dari sisi psikologis, bayi menggunakan dot lebih banyak untuk memenuhi refleks mengisap yang alami. Adapun pada balita, dot sering kali menjadi alat penenang atau bentuk ketergantungan emosional. Karena itu, para ahli kesehatan anak menyarankan orang tua mulai melakukan transisi secara bertahap agar anak tidak terlalu bergantung pada dot.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....