Jangan Tertipu Gula Darah Normal, HbA1c Ungkap Kondisi Sebenarnya
- 27 Apr 2026 15:00 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Banyak orang merasa lega ketika hasil cek gula darah menunjukkan angka normal. Rasanya seperti mendapat kabar baik tentang kesehatan. Namun, tidak sedikit yang belum menyadari bahwa hasil tersebut belum tentu menggambarkan kondisi tubuh secara keseluruhan. Di balik angka yang tampak aman, bisa saja kadar gula darah sebenarnya sering naik tanpa terasa.
Di sinilah peran pemeriksaan HbA1c menjadi penting. Tes ini tidak hanya melihat kondisi sesaat, tetapi merekam rata-rata kadar gula darah dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Dengan kata lain, HbA1c membantu membuka “cerita” yang tidak terlihat dari pemeriksaan harian.
Kadar gula darah memang bisa berubah-ubah sepanjang hari. Seseorang bisa saja memiliki hasil normal saat pagi hari, tetapi mengalami lonjakan setelah makan atau pada waktu tertentu. Pola seperti ini sering tidak terdeteksi jika hanya mengandalkan pemeriksaan biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal Diabetes Mellitus yang berkembang secara perlahan.
Secara umum, nilai HbA1c di bawah 5,7 persen dianggap normal. Jika berada di angka 5,7 hingga 6,4 persen, kondisi ini masuk tahap prediabetes atau fase waspada. Sementara itu, nilai 6,5 persen atau lebih mengarah pada diabetes. Bagi mereka yang sudah terdiagnosis, menjaga HbA1c tetap di bawah 7 persen biasanya menjadi target agar kondisi tetap terkendali.
Keunggulan lain dari pemeriksaan ini adalah kemudahannya. HbA1c tidak memerlukan puasa dan tidak mudah dipengaruhi oleh makanan yang baru saja dikonsumsi. Hal ini membuat hasilnya lebih stabil dan dapat memberikan gambaran jangka panjang yang lebih akurat.
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan oleh mereka yang memiliki faktor risiko, seperti riwayat keluarga diabetes, kelebihan berat badan, kurang aktivitas fisik, atau usia di atas 35 tahun. Bahkan bagi yang merasa sehat sekalipun, tes ini bisa menjadi langkah awal untuk mengenali kondisi tubuh lebih dalam.
Diabetes sering disebut sebagai “silent disease” karena kerap tidak menunjukkan gejala di awal. Namun, dampaknya bisa serius jika dibiarkan, mulai dari gangguan jantung, kerusakan ginjal, hingga masalah saraf. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci penting dalam mencegah komplikasi.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya soal merasa baik-baik saja hari ini, tetapi juga memahami apa yang terjadi di dalam tubuh dalam jangka panjang. HbA1c mengingatkan bahwa kesehatan tidak selalu terlihat di permukaan dan bahwa langkah kecil untuk memeriksa diri bisa membawa perubahan besar di masa depan.
Sumber
Awal Bross Hospital
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....