BPOM Dorong Regulasi Adaptif di Forum Biofarmasi Dunia di Shanghai
- 30 Apr 2026 23:09 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem regulasi biofarmasi global melalui partisipasi aktif dalam The 7th BIONNOVA Leaders Forum & Expo 2026 yang digelar di Zhangjiang Science Hall, Shanghai, Tiongkok, pada 22–23 April 2026.
Forum internasional ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pelaku industri farmasi, akademisi, regulator, hingga investor dari berbagai negara untuk membahas perkembangan inovasi biofarmasi. Lebih dari 11.500 peserta hadir, dengan ratusan pembicara yang terlibat dalam puluhan forum paralel.
Kepala BPOM Taruna Ikrar tampil sebagai pembicara utama dalam sesi Global Regulatory & Innovation. Dalam paparannya, ia menyampaikan perspektif Indonesia terkait penguatan sistem regulasi dan dinamika industri biofarmasi, khususnya di kawasan ASEAN.
Taruna menekankan bahwa globalisasi telah mempercepat pergerakan produk lintas negara, membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan risiko peredaran produk ilegal. Oleh karena itu, BPOM mengedepankan sistem pengawasan menyeluruh, mulai dari evaluasi sebelum produk beredar hingga pengawasan setelah beredar, guna memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk.
Ia juga menyoroti langkah BPOM dalam menyelaraskan regulasi dengan standar internasional seperti World Health Organization dan International Council for Harmonisation. Selain itu, digitalisasi layanan melalui sistem seperti OSS, barcode 2D, dan e-labelling terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengawasan.
Menurut Taruna, kolaborasi global menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas industri biofarmasi modern. Harmonisasi regulasi, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kapasitas regulator dinilai penting untuk memastikan inovasi kesehatan dapat berkembang secara aman dan berkelanjutan.
Partisipasi BPOM dalam forum ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem regulasi global, terutama setelah memperoleh pengakuan sebagai WHO-Listed Authority (WLA) untuk vaksin pada 2025.
“Setiap keputusan dalam proses regulasi adalah bentuk tanggung jawab untuk melindungi kehidupan manusia,” ujar Taruna, menegaskan bahwa fungsi regulator tidak hanya administratif, tetapi juga berperan langsung dalam perlindungan masyarakat.
Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, BPOM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sistem regulasi yang adaptif, transparan, dan berstandar global, sekaligus memperluas kolaborasi internasional dalam pengembangan produk biofarmasi yang aman dan bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....