BPOM Dukung Investasi Farmasi Nasional, Fasilitas Produksi GLP-1 Dibangun di Jakar
- 30 Apr 2026 23:08 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri farmasi nasional melalui dukungan terhadap investasi dan pengembangan kapasitas produksi dalam negeri. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Kepala BPOM Taruna Ikrar pada peletakan batu pertama pembangunan fasilitas farmasi milik PT Mitra Prima Internasional di Kawasan Industri Taruma Indah, Cakung, Jakarta Timur, Kamis.
Fasilitas tersebut ditargetkan meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada 2027 dan menjadi salah satu yang pertama di Indonesia dengan kemampuan memproduksi oral peptide glucagon-like peptide-1 (GLP-1), terapi inovatif untuk diabetes dan penyakit metabolik.
Dalam sambutannya, Taruna menyoroti tantangan global yang memengaruhi sektor farmasi, termasuk ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku obat. Menurutnya, pembangunan fasilitas ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan sektor kesehatan nasional.
Ia juga menekankan bahwa tren global saat ini menunjukkan dominasi produk biologi, seperti vaksin dan terapi berbasis bioteknologi, yang telah menguasai lebih dari separuh pasar dunia. Kondisi ini, kata Taruna, semakin memperkuat urgensi pengembangan industri farmasi dalam negeri.
“Investasi seperti ini sangat penting untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan sektor farmasi nasional,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
BPOM, lanjut Taruna, berkomitmen untuk menjadi regulator yang adaptif dengan mendorong percepatan layanan perizinan tanpa mengabaikan standar keamanan, khasiat, dan mutu. Ia menyebut pihaknya tengah menyiapkan skema conditional approval guna mempercepat akses masyarakat terhadap obat inovatif yang esensial.
Penguatan sistem regulasi Indonesia juga didukung oleh capaian status WHO-Listed Authority (WLA), yang meningkatkan kepercayaan internasional terhadap sistem pengawasan obat nasional.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa penguatan industri farmasi merupakan bagian dari transformasi ketahanan kesehatan nasional. Ia mengingatkan pengalaman pandemi COVID-19 yang menunjukkan tingginya ketergantungan Indonesia pada impor obat, vaksin, dan alat kesehatan.
Dalam proyek ini, PT Mitra Prima Internasional menggandeng Dr. Reddy’s Laboratories sebagai mitra strategis dalam alih teknologi dan pengembangan produk. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kapasitas produksi sekaligus menghadirkan produk farmasi berstandar global.
CEO Dr. Reddy’s Laboratories Ltd., Deepak Sapra, menekankan bahwa investasi ini bertujuan memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui akses obat yang lebih terjangkau dan berkualitas.
Dengan nilai investasi sekitar Rp300 miliar dan kapasitas produksi hingga 600 juta tablet per tahun, fasilitas ini juga diproyeksikan menyerap ratusan tenaga kerja terampil serta memperkuat ekosistem industri farmasi nasional.
Pembangunan fasilitas ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian obat nasional sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045, melalui sistem kesehatan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....