Kemenkes Percepat Diagnosis Hipertensi Nasional

  • 01 Mei 2026 05:48 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Hipertensi masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dalam kelompok penyakit katastropik di Indonesia. Ketua Tim Kerja Gangguan Otak dan Kardiovaskular Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Lusy Levina, mengungkapkan bahwa hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025 menunjukkan sekitar 6,27 juta dari total 34,6 juta orang yang diperiksa terdeteksi mengalami hipertensi.

Namun, angka tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Lusy menjelaskan bahwa masih banyak kasus yang belum terdeteksi atau belum didiagnosis secara pasti karena adanya penundaan pemeriksaan lanjutan. Banyak pasien yang diminta kembali di waktu berbeda, namun tidak semuanya kembali untuk pemeriksaan ulang.

Untuk mengatasi hal tersebut, pada pelaksanaan CKG tahun 2026, Kementerian Kesehatan mengubah pendekatan layanan dengan memastikan diagnosis hipertensi dilakukan langsung saat pemeriksaan pertama, tanpa menunggu kunjungan berikutnya.

Selain itu, pasien yang telah terdiagnosis akan segera mendapatkan penanganan awal sesuai prosedur, termasuk terapi inisiasi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien serta mengurangi risiko keterlambatan dalam penanganan hipertensi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....