Perbedaan MPASI dan Makanan Batita Secara Tepat

  • 15 Apr 2026 09:04 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Pemenuhan gizi anak pada masa awal kehidupan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang. Dalam praktiknya, masih banyak orang tua yang menyamakan antara Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan makanan untuk anak bawah tiga tahun (batita), padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar baik dari segi tekstur, kandungan gizi, maupun tahap perkembangan anak.

Dokter spsialis gizi, Tika bahwa MPASI merupakan makanan tambahan yang mulai diberikan kepada bayi sejak usia enam bulan, ketika ASI saja tidak lagi mencukupi kebutuhan nutrisi. Pada fase ini, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap adaptasi sehingga tekstur makanan harus disesuaikan, dimulai dari bentuk cair hingga lumat.

“Secara prinsip, bahwa MPASI menekankan pada pengenalan rasa dan tekstur, bukan sekadar pemenuhan kalori. Oleh karena itu, makanan yang diberikan umumnya berupa bubur saring, puree sayur atau buah, serta sumber protein yang dihaluskan. Porsi pun relatif kecil namun diberikan secara bertahap dan terjadwal,” katanya.

Sementara itu, ungkap Tika bahwa makanan untuk batita, yakni anak usia satu hingga tiga tahun, memiliki karakteristik yang berbeda.

“Pada usia ini, anak sudah mulai mampu mengunyah dan mencerna makanan keluarga dengan penyesuaian tertentu. Tekstur makanan tidak lagi harus halus, melainkan dapat berupa cincangan atau potongan kecil,” Ungkapnya.

Dari sisi komposisi, makanan batita lebih variatif dan mendekati pola makan keluarga. Kandungan gizi harus mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam proporsi seimbang. Selain itu, batita juga mulai dikenalkan pada kebiasaan makan mandiri atau self-feeding untuk melatih motorik dan kemandirian.

Perbedaan mendasar lainnya terletak pada tujuan pemberian makanan. MPASI berfungsi sebagai tahap transisi dari ASI menuju makanan padat, sedangkan makanan batita bertujuan membentuk pola makan sehat jangka panjang.

Pentingnya ketepatan dalam pemberian makanan sesuai usia. Pemberian makanan yang tidak sesuai tahapan dapat berisiko mengganggu pencernaan hingga meningkatkan potensi tersedak pada anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....