Mengenal Lebih Dekat ADHD dan ASD Beserta Keunikannya
- 31 Mar 2026 14:57 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Setiap anak terlahir dengan keunikan masing-masing. Namun, bagi sebagian orang tua, memahami pola perilaku anak yang sangat aktif atau justru sangat tertutup bisa menjadi tantangan tersendiri. Dalam dunia medis, kondisi ini sering dikaitkan dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Autism Spectrum Disorder (ASD).
Meski sering dianggap serupa, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Terutama jika ditinjau dari cara kerja sistem saraf pusat mereka.
Apa Itu ADHD dan ASD?
Menurut para ahli perkembangan anak, ADHD dan ASD adalah gangguan neurodevelopmental atau gangguan perkembangan sistem saraf.
- ADHD lebih berfokus pada kesulitan dalam mengatur perhatian, pengendalian diri, dan tingkat aktivitas yang impulsif.
- ASD atau Spektrum Autisme lebih berfokus pada tantangan dalam interaksi sosial, komunikasi, serta pola perilaku yang berulang (repetitive).
Ciri-Ciri Fisik dan Kaitannya dengan Sistem Saraf
Banyak yang bertanya, "Apakah ada ciri fisik yang terlihat?". Secara kasat mata, anak dengan ADHD atau ASD mungkin tidak terlihat berbeda dari anak lainnya. Namun, jika kita melihat lebih dalam ke sistem saraf (neurologis), para ahli menjelaskan adanya perbedaan manifestasi fisik:
- Hipersensitivitas Sensori (Sistem Saraf Sensorik) Ahli saraf sering menemukan bahwa anak dengan ASD memiliki sistem saraf yang sangat sensitif terhadap rangsangan luar. Secara fisik, ini terlihat ketika anak menutup telinga rapat-rapat saat mendengar suara mesin blender atau merasa kesakitan saat menyentuh tekstur baju tertentu. Ini terjadi karena otak mereka memproses informasi sensorik dengan intensitas yang berbeda.
- Koordinasi Motorik (Sistem Saraf Motorik) Pada anak ADHD, sistem saraf yang mengatur gerakan seringkali bekerja "terlalu cepat". Hal ini terlihat dari ciri fisik seperti kaki yang terus bergoyang, tangan yang tidak bisa diam, atau kecenderungan untuk menabrak benda di sekitarnya karena kurangnya kontrol motorik halus. Sebaliknya, pada ASD, terkadang terlihat gerakan fisik yang khas seperti flapping (mengepakkan tangan) atau berjinjit saat berjalan sebagai cara saraf mereka menenangkan diri.
Pola Tidur dan Pencernaan Sistem saraf otonom, yang mengatur fungsi otomatis tubuh, juga sering terdampak. Anak-anak dalam spektrum ini seringkali memiliki kesulitan tidur yang kronis atau masalah pencernaan (seperti sembelit). Para ahli menyebutkan ini berkaitan dengan bagaimana saraf mengirimkan sinyal antara otak dan organ tubuh lainnya.
Pentingnya Diagnosis Dini
"Kunci utama bagi orang tua bukanlah melabeli anak, melainkan memahami bagaimana otak mereka bekerja," ungkap seorang pakar psikologi anak. Dengan mengetahui ciri-cirinya sejak dini, orang tua bisa memberikan stimulasi yang tepat melalui terapi wicara, terapi okupasi, atau penyesuaian pola makan.
Mengenali ADHD dan ASD bukan berarti melihat sebuah "kekurangan", melainkan membuka pintu komunikasi yang lebih baik agar anak dapat tumbuh optimal sesuai dengan potensi unik yang mereka miliki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....