GTM Anak Dua Tahun dan Dampaknya

  • 04 Mar 2026 14:50 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak usia dua tahun dapat menimbulkan dampak apabila terjadi secara terus-menerus. Pada usia ini, kebutuhan nutrisi anak meningkat seiring pesatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Penolakan makan yang berkepanjangan berisiko menyebabkan asupan gizi tidak tercukupi.

Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr. Meta Hanindita, Sp.A, dalam edukasi kesehatan anak yang dipublikasikan melalui kanal resmi rumah sakit, menjelaskan bahwa GTM umumnya merupakan fase perkembangan. Namun, orang tua perlu waspada apabila kondisi tersebut disertai penurunan berat badan, anak tampak lemas, atau mengalami gangguan kesehatan berulang.

Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO), menegaskan pentingnya kecukupan gizi pada usia balita untuk mencegah risiko gangguan pertumbuhan, termasuk stunting dan penurunan daya tahan tubuh. Kekurangan asupan protein, zat besi, dan mikronutrien lainnya dalam jangka panjang dapat memengaruhi kemampuan belajar anak di masa mendatang.

Karena itu, orang tua dianjurkan melakukan pemantauan pertumbuhan secara berkala di fasilitas layanan kesehatan atau Posyandu. Pendekatan yang sabar, pemberian variasi makanan bergizi, serta konsultasi medis bila diperlukan menjadi langkah strategis untuk meminimalkan dampak GTM terhadap tumbuh kembang

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....