GTM Berkepanjangan Ganggu Tumbuh Kembang

  • 04 Mar 2026 14:40 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang berlangsung dalam waktu lama pada anak usia dua tahun berpotensi mengganggu tumbuh kembangnya. Pada usia ini, anak membutuhkan asupan gizi seimbang untuk mendukung perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta kemampuan motorik dan bahasa yang sedang berkembang pesat.

Psikolog anak dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), Ratih Zulhaqqi, M.Psi, dalam edukasi pengasuhan yang dipublikasikan melalui kanal resmi HIMPSI, menjelaskan bahwa GTM tidak selalu berkaitan dengan masalah fisik. Menurutnya, faktor emosional, perubahan rutinitas, hingga pola interaksi saat makan dapat memengaruhi respons anak terhadap makanan. Pendekatan yang terlalu memaksa justru dapat memperkuat penolakan makan.

Sementara itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam materi edukasi pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan menekankan pentingnya konsistensi jadwal makan dan pemberian menu bergizi seimbang. Orang tua dianjurkan memperhatikan variasi tekstur, warna, dan rasa makanan agar anak lebih tertarik untuk mencoba.

Apabila GTM terjadi lebih dari dua minggu dan disertai tanda-tanda seperti berat badan tidak naik atau anak tampak kurang aktif, orang tua disarankan segera berkonsultasi ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Deteksi dan penanganan dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....