Anak Dua Tahun Alami GTM, Waspadai Dampaknya
- 04 Mar 2026 14:36 WIB
- Batam
RRI.CO.ID,Batam - Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang dialami anak usia dua tahun perlu menjadi perhatian serius orang tua. Pada usia ini, anak berada dalam fase pertumbuhan pesat yang membutuhkan asupan gizi seimbang untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif. Penolakan makan yang terjadi terus-menerus berpotensi memengaruhi status gizi apabila tidak ditangani dengan tepat.
Dokter Spesialis Anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), melalui edukasi kesehatan yang dipublikasikan IDAI, menjelaskan bahwa GTM dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tumbuh gigi, infeksi ringan, atau perubahan suasana hati anak. Selain itu, fase perkembangan psikologis yang membuat anak ingin lebih mandiri juga kerap menjadi penyebab berkurangnya nafsu makan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam panduan pemantauan tumbuh kembang balita menekankan pentingnya pemantauan berat dan tinggi badan secara rutin. Orang tua disarankan mencatat perkembangan anak dan segera berkonsultasi apabila terjadi penurunan berat badan atau anak tampak lemas dan kurang aktif.
Penanganan GTM perlu dilakukan dengan pendekatan yang sabar dan konsisten. Menciptakan suasana makan yang menyenangkan, memberikan variasi menu bergizi, serta menghindari paksaan saat makan menjadi langkah yang dianjurkan. Jika kondisi tidak membaik dalam waktu tertentu, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan atau Posyandu penting dilakukan guna mencegah risiko gangguan pertumbuhan jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....