Efek Tidur setelah Sahur bagi Kesehatan
- 03 Mar 2026 18:06 WIB
- Batam
RRI.CO.ID : Tidur setelah sahur kerap dipilih banyak orang untuk memulihkan energi saat berpuasa, terutama ketika waktu istirahat malam tidak mencukupi. Namun, bagaimana pandangan medis mengenai kebiasaan ini? Memahami dampak tidur setelah sahur penting agar kondisi tubuh tetap terjaga dan ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman.
Selama Ramadan, perubahan jadwal makan dan istirahat, termasuk kebiasaan tidur setelah sahur, dapat berpengaruh pada kondisi tubuh. Untuk menentukan pilihan yang tepat, penting memahami bagaimana tidur setelah sahur memengaruhi kesehatan serta berbagai risiko yang bisa muncul.
Tidak sedikit orang yang memilih langsung tidur setelah sahur. Padahal, setelah makan, tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan dan menyerap nutrisi secara optimal. Jika kebiasaan ini dilakukan, tidur setelah sahur dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
| Baca juga: Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula |
Berikut adalah berbagai efek yang muncul ketika Anda tidur setelah sahur, yaitu:
1. Muncul gangguan pencernaan
Tidur setelah sahur dapat memperlambat proses pencernaan karena tubuh langsung berada dalam posisi berbaring setelah makan. Kondisi ini berisiko menimbulkan gangguan pencernanan, seperti perut terasa penuh, kembung,dan begah.
2. Meningkatnya risiko refluks asam lambung
Saat tidur, katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah) cenderung lebih lemas sehingga asam lambung lebih mudah naik. Kondisi ini dapat memicu atau memperburuk GERD (gastroesophageal reflux disease), dengan keluhan berupa sensasi panas, perih, atau rasa pahit di kerongkongan dan mulut, terutama ketika lambung masih terisi makanan.
| Baca juga: Beragam Khasiat Daun Seledri untuk Pria |
3. Mengurangi kualitas tidur
Tidur setelah sahur saat perut masih penuh dapat menurunkan kualitas tidur. Bukannya merasa lebih segar dan berenergi, Anda justru bisa sering terbangun ketika tidur, tidur terasa tidak nyenyak, atau bangun dalam kondisi tubuh masih lelah.
Hal ini terjadi karena sistem pencernaan masih aktif bekerja saat Anda tidur, sehingga tubuh tidak benar-benar beristirahat secara optimal.
4. Tubuh terasa kurang bertenaga
Makanan yang tidak tercerna sempurna akibat langsung tidur setelah sahur membuat penyerapan nutrisi jadi kurang optimal. Tubuh pun bisa cepat lemas, mengantuk, dan sulit fokus sepanjang hari.
5. Berat badan berpotensi naik
Jika tidur setelah sahur dilakukan terus-menerus, kalori yang tidak digunakan tubuh cenderung menumpuk sebagai lemak. Tanpa diimbangi aktivitas fisik, risiko kenaikan berat badan selama Ramadan bisa meningkat. Penting diingat, dampak di atas bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatan dan pola makan saat sahur. Memberi jeda waktu antara sahur dan tidur sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh selama bulan puasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....