Penyebab Kolesterol dan Gula Darah Naik saat Puasa
- 01 Mar 2026 16:40 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Sudah bukan rahasia lagi kalau puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain memberi waktu istirahat pada sistem pencernaan, puasa juga dapat membantu metabolisme tubuh bekerja lebih efisien sehingga kadar gula darah dan kolesterol tetap stabil. Namun, bukannya memperoleh manfaat tersebut, beberapa orang justru mendapati kadar kolesterol dan gula darahnya meningkat saat berpuasa. Kondisi ini tentu menimbulkan kebingungan dan pertanyaan apa yang menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa, karena puasa biasanya identik dengan kebiasaan makan yang lebih teratur dan lebih sedikit.
Ada sejumlah faktor utama yang menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa, berikut di antaranya:
1. Pola makan tinggi gula dan lemak
Saat berbuka dan sahur, tidak sedikit orang yang mengonsumsi minuman serta makanan tinggi gula dan lemak, seperti kolak, sirup, teh manis, gorengan, atau makanan bersantan. Padahal, mengonsumsi minuman dan makanan tersebut, baik saat berbuka dan sahur, bisa menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa lho. Hal ini bisa terjadi karena gula sederhana dalam minuman dan makanan manis mudah diserap oleh tubuh, sehingga menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara mendadak. Sementara itu, lemak jenuh yang banyak terdapat pada makanan bersantan dan gorengan dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jika pola makan seperti ini berlangsung terus selama bulan puasa, risiko terjadinya komplikasi, seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke akan meningkat, terutama pada orang yang memang sudah memiliki faktor risiko sebelumnya.
2. Kurang asupan serat
Asupan serat yang cukup sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Sayangnya, saat puasa, menu sahur atau berbuka sering kali minim sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh sehingga tubuh kekurangan serat. Akibatnya, gula dari makanan akan lebih cepat diserap ke dalam darah sehingga gula darah mengalami lonjakan. Selain itu, serat juga membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan agar lebih mudah dikeluarkan bersama feses. Namun, asupan serat yang kurang bisa menyebabkan kolesterol menumpuk di tubuh sehingga kadar kolesterol jahat naik.
3. Kurang aktivitas fisik
Selama puasa, banyak orang memilih untuk mengurangi aktivitas fisik dengan alasan takut cepat lelah atau haus. Padahal, hal ini bisa membuat metabolisme tubuh jadi lambat sehingga proses pembakaran gula dan lemak menjadi energi juga berkurang. Akibatnya, gula dan lemak yang tidak digunakan sebagai energi lebih mudah menumpuk dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol dan gula dalam darah.
4. Peningkatan produksi gula di hati
Saat tubuh tidak mendapat asupan makanan selama puasa, hati akan memproduksi gula dari sumber non karbohidrat, seperti protein dan lemak, melalui proses yang disebut glukoneogenesis. Tujuannya adalah untuk menjaga suplai energi tubuh saat cadangan karbohidrat menipis.Namun, jika asupan nutrisi selama berbuka dan sahur tidak seimbang, atau ada gangguan metabolik, seperti diabetes, tubuh dapat menghasilkan gula berlebih melalui glukoneogenesis. Akibatnya, kadar gula darah justru meningkat saat puasa.
5. Kurang tidur dan perubahan jam istirahat
Puasa mengubah pola tidur harian dan kualitas tidur orang yang berpuasa, misalnya karena harus bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih larut karena tarawih atau menyiapkan bahan masak untuk menu sahur. Nah, kondisi ini ternyata bisa menjadi penyebab kolesterol dan gula darah naik saat puasa.Pasalnya, kurang tidur atau jam tidur yang tidak teratur selama puasa dapat mengganggu keseimbangan hormon, seperti hormone insulin dan kortisol, yang berperan mengatur kadar gula darah dan metabolisme lemak. Akibatnya, kadar kolesterol dan gula dalam darah lebih mudah naik selama puasa.
6.Melewatkan sahur atau sahur tidak seimbang
Beberapa orang memilih untuk tidak sahur atau mengonsumsi makanan yang hanya mengandung karbohidrat sederhana, seperti roti putih, tanpa tambahan protein, lemak sehat, atau serat karena sudah mendekati waktu imsak. Kebiasaan ini tidak boleh dibiarkan ya, karena bisa memicu dorongan untuk makan berlebih saat berbuka dan membuat tubuh kurang mampu mengatur kadar gula darah secara stabil. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa membuat metabolisme lemak terganggu sehingga kadar kolesterol lebih mudah naik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....