Pengamat Unggas: Mengamati Burung Bisa Meningkatkan Fungsi Kognitif Otak
- 28 Feb 2026 05:59 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penelitian terbaru yang dikutip dari NBC Sports mengungkap bahwa aktivitas mengamati burung tidak sekadar hobi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif otak. Studi ini menunjukkan bahwa pengamat burung berpengalaman memiliki struktur otak yang berbeda dibandingkan pemula, khususnya pada area yang berhubungan dengan perhatian dan persepsi.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa menjadi pengamat burung ahli dapat memengaruhi struktur dan fungsi otak. Aktivitas ini bahkan dinilai mampu meningkatkan kemampuan kognitif seiring bertambahnya usia. Hal ini karena pengamatan burung melibatkan berbagai proses mental sekaligus, mulai dari pengenalan visual hingga pengolahan informasi yang kompleks.
“Mengamati burung bukanlah hanya satu hal. Ada begitu banyak aspek kognitif yang berbeda,” kata Benjamin Katz, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. Ia menekankan bahwa aktivitas ini mencakup berbagai latihan mental yang beragam dan saling terhubung.
Penelitian ini juga menyarankan perlunya studi lanjutan untuk memahami dampak jangka panjang dari aktivitas tersebut. “Kita tidak tahu apa perbedaan dasarnya. Anda membutuhkan data longitudinal untuk membuat kesimpulan yang kuat tentang apa yang dilakukan oleh kegiatan mengamati burung itu sendiri,” ujar Katz.
Penulis utama studi, Erik Wing, menyebut bahwa minat dan pengalaman seseorang dapat membentuk struktur otak. “Minat dan pengalaman kita terutama yang kita dedikasikan berjam-jam, ratusan jam, atau puluhan tahun — meninggalkan jejak pada struktur otak,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kognisi sepanjang hidup.
Dalam studi yang melibatkan 58 orang dewasa di Kanada, ditemukan bahwa otak pengamat burung ahli memiliki jaringan yang lebih padat di area yang terkait dengan perhatian dan persepsi. Perbedaan ini dikaitkan dengan kemampuan yang lebih akurat dalam mengidentifikasi spesies burung dibandingkan pemula.
Penelitian ini menggunakan teknologi MRI untuk mengamati struktur dan aktivitas otak. Hasilnya menunjukkan bahwa para ahli memiliki kepadatan jaringan yang lebih tinggi pada area yang berkaitan dengan memori kerja, kesadaran spasial, serta pengenalan objek. Selain itu, aktivitas otak pada area tersebut juga lebih aktif saat mereka melakukan tugas identifikasi burung.
“Otak kita sangat mudah dibentuk,” kata Wing. Ia menjelaskan bahwa proses ini dikenal sebagai neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk mengatur ulang dirinya saat seseorang mempelajari keterampilan baru.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini belum membuktikan secara langsung bahwa pengamatan burung dapat mencegah penurunan kognitif. Namun, temuan ini memberikan indikasi bahwa aktivitas tersebut dapat mendukung kesehatan otak, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.
Selain faktor kognitif, aktivitas mengamati burung juga melibatkan unsur lain seperti berada di alam, berjalan kaki, dan interaksi sosial. Kombinasi faktor ini dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan fungsi otak, sehingga menjadikan pengamatan burung sebagai salah satu aktivitas yang berpotensi memberikan manfaat menyeluruh bagi kesehatan mental dan kognitif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....