Jumlah Dokter Singapura Naik Pesat dalam Satu Dekade
- 22 Feb 2026 21:09 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Jumlah tenaga dokter di Singapura meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir, seiring kebutuhan layanan kesehatan yang terus bertambah akibat penuaan populasi. Data terbaru menunjukkan total dokter terdaftar mencapai 17.582 orang pada akhir 2024, naik hampir 50 persen dibandingkan 11.733 dokter pada 2014.
Peningkatan ini turut memperbaiki rasio dokter terhadap jumlah penduduk, dari satu dokter melayani 466 orang pada 2014 menjadi satu dokter untuk 343 orang pada 2024. Kenaikan jumlah tenaga medis tersebut didorong oleh peningkatan kapasitas pendidikan kedokteran dalam negeri serta kembalinya warga Singapura yang menempuh pendidikan medis di luar negeri untuk berpraktik di tanah air.
| Baca juga: Dampak Kebanyakan Makan Telur bagi Kesehatan |
Kementerian Kesehatan Singapura bersama Singapore Medical Council juga mengumumkan penambahan delapan universitas luar negeri dalam daftar institusi pendidikan kedokteran yang diakui. Dengan kebijakan ini, total kampus medis internasional yang diakui meningkat dari 112 menjadi 120 institusi guna memenuhi kebutuhan dokter di masa depan.
Saat ini, sekitar enam dari sepuluh dokter di Singapura merupakan lulusan sekolah kedokteran lokal. Tiga institusi utama yang menjadi tulang punggung pendidikan medis nasional yakni Yong Loo Lin School of Medicine, Duke-NUS Medical School, serta Lee Kong Chian School of Medicine. Jumlah mahasiswa kedokteran yang diterima di ketiga kampus tersebut meningkat dari sekitar 320 mahasiswa pada 2010 menjadi 555 mahasiswa pada 2025.
| Baca juga: Dampak Kebanyakan Makan Telur bagi Kesehatan |
Meski jumlah dokter terus bertambah, pemerintah menilai kebutuhan tenaga medis tetap tinggi karena meningkatnya harapan hidup masyarakat dan kompleksitas layanan kesehatan modern. Sekitar 40 persen dokter di Singapura merupakan lulusan luar negeri, namun lebih dari setengahnya adalah warga negara Singapura yang kembali setelah menyelesaikan pendidikan medis di luar negeri.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa dokter lulusan luar negeri tetap harus melalui proses registrasi ketat dan masa supervisi sebelum memperoleh izin praktik penuh. Sistem ini memastikan standar pelayanan kesehatan tetap terjaga sekaligus memungkinkan masuknya pengalaman klinis dan praktik terbaik dari berbagai negara.
Kebijakan penguatan tenaga medis ini menjadi bagian strategi jangka panjang Singapura dalam menjaga kualitas sistem kesehatan nasional, sekaligus menghadapi tantangan demografi masyarakat menua yang diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....