Kasus Tuberkulosis Malaysia Meningkat jelang Ramadan Tahun Ini

  • 21 Feb 2026 17:30 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah Malaysia mengimbau masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan kesehatan setelah kasus Tuberkulosis (TB) nasional tercatat melampaui angka 3.000 kasus menjelang bulan Ramadan 2026. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas sosial masyarakat seperti bazar Ramadan dan acara berbuka puasa bersama.

Melalui pernyataan resmi pada 21 Februari, Kementerian Kesihatan Malaysia melaporkan sebanyak 596 kasus TB baru terdeteksi selama pekan epidemiologi keenam, yakni periode 8–14 Februari. Dengan tambahan tersebut, jumlah kumulatif kasus TB di seluruh negeri kini mencapai 3.161 kasus.

Otoritas kesehatan menegaskan bahwa Ramadan bukan penyebab penularan TB. Namun, meningkatnya interaksi sosial di ruang tertutup, padat, serta ventilasi udara yang kurang baik dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, terutama jika terdapat penderita TB aktif yang belum menjalani pengobatan.

Berbeda dengan penyakit pernapasan seperti COVID-19 atau influenza yang dapat menyebar dengan cepat, TB umumnya menular secara perlahan dan membutuhkan paparan dalam waktu lama serta berulang. Meski demikian, deteksi dini tetap menjadi faktor penting untuk mencegah penularan lebih luas.

Wilayah dengan Kasus Tertinggi

Data nasional menunjukkan beberapa wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, antara lain:

Sabah: 755 kasus

Selangor: 596 kasus

Sarawak: 332 kasus

Johor: 280 kasus

Kuala Lumpur dan Putrajaya: 244 kasus

Sementara itu, Labuan mencatat jumlah terendah dengan 18 kasus.

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan langkah pencegahan sederhana, seperti menggunakan masker di tempat ramai, menjaga etika batuk dan bersin, memastikan sirkulasi udara yang baik, serta segera memeriksakan diri jika mengalami batuk lebih dari dua minggu atau gejala TB lainnya.

Peningkatan kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan Ramadan berlangsung aman dan sehat. Pemerintah juga terus mendorong pemeriksaan serta pengobatan tuntas bagi pasien TB guna memutus rantai penularan di komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....