Donor Darah Remaja Singapura Menurun di tengah Penuaan

  • 21 Feb 2026 16:14 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Tingkat partisipasi donor darah kalangan muda di Singapura terus menunjukkan tren penurunan, memunculkan tantangan baru bagi ketahanan pasokan darah nasional di tengah populasi yang semakin menua.

Data terbaru dari Health Sciences Authority (HSA) yang dirilis Januari 2026 menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat lebih dari 9.600 donor darah usia 16 hingga 25 tahun, atau sekitar 12 persen dari total pendonor. Angka ini turun tajam dibandingkan 28 persen pada 2015.

Secara keseluruhan, jumlah donor darah memang meningkat hampir 9 persen dalam satu dekade terakhir, dari 71.277 orang pada 2015 menjadi 77.567 pada 2025. Total donasi darah juga naik hampir 12 persen menjadi 136.172 kantong darah. Namun, profil pendonor kini semakin didominasi kelompok usia lebih tua.

Usia median pendonor meningkat dari 34 tahun pada 2015 menjadi 40 tahun pada 2025. Jika sebelumnya kelompok usia 21–30 tahun menjadi penyumbang terbesar, kini posisi tersebut bergeser ke kelompok usia 31–40 tahun. Kondisi ini sejalan dengan tren penuaan penduduk Singapura, di mana satu dari empat warga diproyeksikan berusia 65 tahun ke atas pada 2030.

Tantangan Populasi Menua

HSA menilai perubahan demografi ini menjadi tantangan serius bagi Program Darah Nasional yang memasuki usia ke-80 pada 2026. Berkurangnya donor muda, ditambah meningkatnya jumlah lansia yang berpotensi tidak lagi memenuhi syarat donor akibat kondisi kesehatan, dapat mempersempit basis pendonor di masa depan.

Ironisnya, kelompok pasien berusia di atas 60 tahun justru menyumbang sekitar 60 persen kebutuhan transfusi darah nasional. Artinya, permintaan darah diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia.

Menurut Singapore Red Cross, rendahnya partisipasi generasi muda antara lain disebabkan donor darah belum menjadi bagian dari gaya hidup. Selain itu, faktor ketakutan terhadap jarum suntik serta anggapan bahwa donor darah menyakitkan juga masih menjadi hambatan.

Strategi Menarik Minat Generasi Muda

Berbagai pendekatan kreatif dilakukan untuk menarik minat anak muda, termasuk penyelenggaraan acara bertema konser, budaya pop, hingga kolaborasi komunitas penggemar musik. Program YouthInspire yang diluncurkan pada 2024 juga mendorong perekrutan donor melalui pendekatan sesama anak muda.

Salah satu relawan muda, Charmaine Tan, yang mulai mendonorkan darah sejak usia 16 tahun, aktif mengajak teman sebayanya berpartisipasi melalui kegiatan komunitas dan kampanye kreatif.

Para ahli menilai menjaga keberlanjutan donor muda sama pentingnya dengan merekrut pendonor baru. Upaya seperti pengingat rutin, jadwal donor yang fleksibel, serta pengalaman donor pertama yang positif dinilai dapat meningkatkan partisipasi jangka panjang.

Meski pasokan darah saat ini masih mencukupi kebutuhan pasien, otoritas kesehatan menegaskan bahwa membangun basis pendonor muda yang berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama demi menjamin keamanan pasokan darah di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....