Stimulasi Dini Cegah Gangguan Perkembangan
- 20 Feb 2026 06:23 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Stimulasi sejak dini menjadi langkah penting dalam mencegah gangguan tumbuh kembang pada anak usia dua tahun. Pada periode ini, perkembangan otak berlangsung sangat cepat sehingga membutuhkan rangsangan yang tepat dan berkelanjutan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa stimulasi yang sesuai usia dapat membantu anak mencapai potensi optimalnya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa stimulasi dapat diberikan melalui aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak berbicara, membaca buku bergambar, bermain peran, hingga aktivitas fisik yang melatih keseimbangan dan koordinasi. Kegiatan tersebut berperan dalam menguatkan kemampuan bahasa, motorik, kognitif, serta sosial-emosional anak.
Menurut pedoman World Health Organization (WHO), kurangnya stimulasi pada masa awal kehidupan dapat berdampak pada keterlambatan perkembangan. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua dan keluarga sangat diperlukan dalam menciptakan lingkungan yang responsif, aman, dan penuh kasih sayang bagi anak.
Kementerian Kesehatan RI mengimbau orang tua untuk rutin memantau tumbuh kembang anak melalui posyandu atau fasilitas kesehatan guna mendeteksi dini kemungkinan gangguan perkembangan. Dengan stimulasi yang konsisten dan pemantauan berkala, anak usia dua tahun diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai tahap usianya.
Selain itu, orang tua dianjurkan memanfaatkan panduan pemantauan perkembangan yang tersedia di layanan kesehatan, seperti Kartu Menuju Sehat (KMS) dan buku kesehatan ibu dan anak. Melalui pencatatan yang teratur, setiap perubahan atau keterlambatan perkembangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti secara tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....