Batasi Screen Time Anak Dua Tahun
- 20 Feb 2026 06:15 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penggunaan gawai atau screen time pada anak usia dua tahun perlu mendapat perhatian khusus dari orang tua. Pada fase ini, anak berada dalam masa perkembangan otak yang sangat pesat sehingga membutuhkan interaksi langsung dan stimulasi nyata dari lingkungan sekitarnya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa paparan layar secara berlebihan berpotensi mengganggu proses tumbuh kembang anak.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan agar anak usia di bawah dua tahun sebaiknya tidak terpapar layar secara rutin, dan bagi anak usia dua tahun ke atas, durasi penggunaan gawai perlu dibatasi serta didampingi orang tua. Paparan layar yang berlebihan dapat berdampak pada keterlambatan bicara, gangguan konsentrasi, hingga masalah perilaku.
Menurut pedoman World Health Organization (WHO), anak usia dini lebih dianjurkan melakukan aktivitas fisik dan bermain interaktif dibandingkan menghabiskan waktu di depan layar. Interaksi langsung dengan orang tua melalui bermain, membaca buku, dan berbicara dinilai jauh lebih efektif dalam mendukung perkembangan kognitif, bahasa, serta sosial-emosional anak.
Kementerian Kesehatan RI mengimbau orang tua untuk mengatur waktu penggunaan gawai secara bijak serta menciptakan lingkungan yang kaya interaksi dan aktivitas fisik. Dengan pembatasan yang tepat dan pengawasan yang konsisten, tumbuh kembang anak usia dua tahun dapat berlangsung lebih optimal.
Selain itu, orang tua dianjurkan menjadi contoh dalam penggunaan gawai di rumah. Mengurangi penggunaan perangkat elektronik saat bersama anak dapat meningkatkan kualitas interaksi dan memperkuat ikatan emosional. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan anak mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan tahapan usianya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....