Penyakit Menular yang Harus di waspadai di Sekolah
- 07 Feb 2026 16:24 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Anak-anak lebih rentan terkena penyakit menular karena daya tahan tubuhnya masih lemah. Terlebih, lingkungan sekolah merupakan tempat yang berisiko bagi anak untuk tertular penyakit, mulai dari jajanan yang tidak sehat, lingkungan yang kotor, hingga interaksi yang tinggi dengan teman sekelas.
Sebagian besar anak juga belum memahami sepenuhnya tentang kebiasaan hidup sehat, seperti kebiasaan mencuci tangan, dan masih perlu selalu diingatkan. Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari orang tua sangat penting dilakukan.
Anda mungkin pernah melihat Si Kecil pulang sekolah dengan kondisi demam, pucat, dan sakit perut. Beberapa kondisi tersebut bisa menjadi tanda anak tertular penyakit. ada beberapa jenis penyakit menular yang perlu diwaspadai, antara lain:
1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
Ispa adalah infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Salah satu penyebab penyakit menular ini adalah influenza.
Virus penyebab ISPA menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan beberapa gejala, seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan. Terkadang, anak juga mengalami demam tinggi selama beberapa hari, lemas, dan sakit kepala. Pada kasus yang lebih berat, ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia.
Bila anak terkena flu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti memastikan anak banyak beristirahat, memberikan makanan bergizi, dan memenuhi kebutuhan cairannya agar anak tidak dehidrasi.
Selain itu, Anda juga dapat memberikan obat flu anak yang banyak dijual di pasaran sesuai dengan gejala yang dialami anak.
2. Cacar air
Cacar air merupakan salah satu penyakit yang penularannya dapat terjadi di sekolah dan umumnya dialami anak berusia di bawah 12 tahun. Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan cairan yang keluar dari mulut atau hidung saat bersin dan batuk.
Kontak langsung dengan cairan dari benjolan cacar yang pecah dan berbagi pakai alat makan juga bisa meningkatkan risiko penularan. Anak yang tertular cacar air akan mengalami gejala berupa demam, sakit tenggorokan, pusing, sakit perut, ruam kulit, dan benjolan kecil berisi cairan bening.
Saat terjangkit cacar, anak biasanya akan merasakan gatal yang luar biasa. Namun, jangan sampai anak menggaruk benjolan yang muncul agar tidak menimbulkan bekas luka.
3. Konjungtivitis (mata merah)
Mata merah atau konjungtivitis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mata merah terjadi karena adanya peradangan di konjungtiva, yaitu jaringan yang melapisi bagian dalam kelopak dan bagian putih mata.
Gejalanya meliputi mata berair, nyeri saat mengedipkan mata, bengkak pada kelopak mata, dan mata terasa gatal. Pada kasus yang lebih parah, peradangan dapat menyebabkan terbentuknya nanah.
Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, bila kondisi ini disebabkan oleh bakteri, diperlukan pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.
4. Gastroenteritis
Gatroenteritis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pencernaan. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa diare, demam, lemas, dan sakit perut.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak terkena gastroentritis, yaitu kebersihan lingkungan sekolah yang buruk, kontak dengan teman penderita diare, atau konsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi virus dan bakteri.
Untuk mencegah anak dari penyakit ini, Anda dapat mengajarkannya untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan setiap usai dari toilet atau akan makan, menjaga kebersihan rumah, dan mengonsumsi makanan bergizi.
5. Campak
Campak atau dikenal juga dengan sebutan rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Gejala dari penyakit ini dapat berupa demam, batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, mata merah, dan ruam di sekujur tubuh.
Virus penyakit campak sangat mudah menyebar melalui udara yang telah terkontaminasi oleh percikan cairan yang keluar dari mulut atau hidung penderita saat batuk atau bersin. Oleh karena itu, anak rentan tertular penyakit ini dari temannya yang sudah terinfeksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....