Putih Telur vs Kuning Telur untuk Sarapan
- 04 Feb 2026 22:08 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Telur merupakan salah satu sumber protein yang populer dan sering dijadikan pilihan sarapan karena kandungan nutrisinya yang lengkap. Secara umum, telur terdiri dari dua bagian utama — putih telur dan kuning telur — yang masing-masing memiliki profil nutrisi serta manfaat kesehatan yang berbeda ketika dikonsumsi pada pagi hari.
Putih telur dikenal sebagai sumber protein yang rendah kalori dan bebas lemak serta kolesterol, sehingga sering dipilih oleh mereka yang ingin mengendalikan asupan kalori atau menjaga kadar kolesterol darah. Karena kandungan kalorinya yang relatif rendah, putih telur cocok dikonsumsi oleh individu yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau membutuhkan makanan sarapan yang ringan namun kaya protein.
Selain itu, putih telur juga mudah dicerna dan dapat membantu proses pembentukan otot. Meski demikian, bagian ini mengandung lebih sedikit vitamin dan mineral dibandingkan kuning telur karena sebagian besar vitamin larut dalam lemak yang terkandung di kuning telur.
Kuning telur, di sisi lain, meskipun lebih tinggi kalori dan mengandung kolesterol, menyimpan beragam nutrisi penting seperti vitamin larut lemak, mineral, dan zat-zat bioaktif yang mendukung berbagai fungsi tubuh. Nutrisi tersebut termasuk vitamin A, D, E, dan B kompleks, serta mineral penting seperti zat besi dan selenium. Kuning telur juga mengandung kolin, yang berperan dalam kesehatan otak dan metabolisme, serta antioksidan yang mendukung kesehatan mata.
Pilihan antara putih telur dan kuning telur sangat bergantung pada tujuan gizi individu dan kebutuhan kesehatan. Bagi mereka yang menginginkan sarapan rendah lemak dan rendah kalori, putih telur mungkin menjadi pilihan yang lebih sesuai. Sebaliknya, jika tujuan nutrisi mencakup kebutuhan vitamin, mineral, dan lemak sehat untuk mendukung energi sepanjang hari, kuning telur dapat memberikan kontribusi yang lebih luas.
Secara ringkas, kedua bagian telur memiliki keunggulan masing-masing dan dapat dikombinasikan dalam pola makan seimbang sesuai kebutuhan pribadi — baik itu untuk tujuan pengendalian berat badan, peningkatan asupan nutrisi, atau menjaga kesehatan secara umum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....