Sedentary Lifestyle, Risiko Tersembunyi bagi Kesehatan
- 04 Feb 2026 21:35 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Gaya hidup modern yang ditopang oleh teknologi telah menciptakan pola aktivitas yang semakin minim bergerak, yang dikenal sebagai sedentary lifestyle atau kebiasaan hidup pasif. Istilah ini menggambarkan kondisi di mana seseorang menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk atau berbaring dengan aktivitas fisik yang sangat rendah — seperti menonton layar, bekerja di depan komputer, atau bersantai dalam waktu lama — yang tanpa disadari dapat berdampak negatif terhadap kesehatan secara keseluruhan.
Menurut para ahli, termasuk dr. Aron Husink dari Mayapada Hospital Tangerang, kombinasi antara kemajuan teknologi, pola makan tinggi lemak dan gula, serta kurangnya aktivitas fisik membuat gaya hidup sedenter ini semakin umum terjadi di masyarakat. Kebiasaan ini tidak hanya meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes, tetapi juga dapat menimbulkan peradangan dalam tubuh dan kerusakan pembuluh darah, yang selanjutnya berpotensi berkembang menjadi penyakit jantung koroner.
Penumpukan kolesterol jahat pada dinding pembuluh darah akibat minimnya aktivitas fisik dapat memicu kondisi aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah yang menghambat aliran darah menuju organ vital, terutama jantung. Penurunan fungsi pembuluh darah seperti ini dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung atau sindrom koroner akut, terutama jika plak yang terbentuk menjadi tidak stabil dan memicu pembekuan darah yang menyumbat arteri secara tiba-tiba.
| Baca juga: Pertolongan Awal saat Anak Kejang Demam |
Serangan jantung umumnya ditandai oleh nyeri dada yang terasa seperti ditekan, yang dapat menyebar ke lengan, bahu, leher, atau punggung. Gejala lain termasuk sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, dan pusing. Para dokter menekankan pentingnya respons cepat ketika gejala tersebut muncul — seperti duduk tegak, melepaskan pakaian yang ketat, dan segera mencari pertolongan medis — agar mendapat penanganan yang tepat dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada otot jantung.
Karena itu, dokter menyarankan masyarakat untuk memperhatikan pola hidup sehari-hari dengan meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi waktu duduk yang berkepanjangan, dan memilih pola makan yang lebih sehat. Upaya ini dinilai penting dalam menekan risiko komplikasi kesehatan yang berkaitan dengan gaya hidup sedenter dan menjaga fungsi jantung serta kesehatan secara umum dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....